Selain itu, Altio mempertanyakan dasar keputusan DO yang dijatuhkan kepadanya. Ia menilai ada mahasiswa lain dengan IP di bawah standar yang tidak mendapat sanksi serupa.
“Jika itu mereka jadikan alasan, kenapa dari sekian banyak mahasiswa yang memiliki IP di bawah standar itu tidak di jatuhi sanksi yang sama? Ini kan bukti bahwa kampus suka meng ada-adakan alasan untuk membenarkan tindakan kejahatan mereka, kampus ini terlalu anti kritik,” Tutur Altio.
Terkait tuduhan bahwa dirinya merupakan provokator, Altio juga membantah keras. Ia menilai tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dirinya melakukan provokasi terhadap mahasiswa lain.
“Jika memang saya melakukan provokasi coba dibuktikan, ini kampus DO saya hanya persoalan saya membalas komentar salah satu presiden bem yang menandai saya di postingan yang viral tentang kampus dan komentar itu saya rasa bukan sebuah bentuk provokasi,” Ungkapnya.