Di Drop-Out dari Kampus, Mantan Presiden BEM UBM Gorontalo Tunjukkan Bukti Untuk Bantah Tuduhan Kampus

Transkrip nilai Mantan Presiden BEM UBM, Altio serta bukti SS percakapan Presiden BEM UBM, Yuanita Lakoro dengan pihak kampus. (Foto: Istimewa).

Kota Gorontalo – Kasus Drop Out (DO) yang menimpa mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, , terus menuai kontroversi.

Pihak kampus berdalih bahwa keputusan tersebut diambil karena memiliki Indeks Prestasi (IP) rendah, yakni 1.5, serta menudingnya sebagai provokator yang kerap membuat keributan di lingkungan kampus. Namun, membantah keras tuduhan tersebut dan mengklaim memiliki bukti yang membantahnya.

Altio menegaskan bahwa informasi mengenai IP 1.5 yang disebarkan oleh pihak kampus tidak akurat. Ia menunjukkan transkrip nilai resminya yang, menurutnya, membuktikan bahwa IP yang dimilikinya jauh di atas angka yang disebutkan.

“Informasi yang disebarkan kampus tentang IP saya 1.5 itu hanya diambil dari semester terakhir sebelum saya di DO tanpa surat, saya memiliki beberapa prestasi dan selalu membawa nama baik kampus tapi hari ini saya melihat kampus telah kibarkan bendera perang dimana memberikan informasi yang tidak sesuai,” Ujar altio kepada awak media, Sabtu (15/03/2025).

Dapatkan Berita Terupdate dari penadata di: