Di Drop-Out dari Kampus, Mantan Presiden BEM UBM Gorontalo Tunjukkan Bukti Untuk Bantah Tuduhan Kampus

Transkrip nilai Mantan Presiden BEM UBM, Altio serta bukti SS percakapan Presiden BEM UBM, Yuanita Lakoro dengan pihak kampus. (Foto: Istimewa).

Lebih lanjut, menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Presiden BEM UBM, ia selalu memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan berkontribusi dalam berbagai prestasi untuk kampus.

“Sebelum saya di DO saya sudah banyak membuat prestasi di kampus yang anti kritik itu, saya memiliki beberapa prestasi yang mungkin kampus lupa. Saya pernah menjadi peserta MSIB Pertama program kampus merdeka, saya pun perna menjadi peserta kampus mengajar pertama, dan bahkan saya juara 1 debat, dan beberapa prestasi lainnya. Lalu kampus dengan kesombongannya memberitakan tentang saya yang mereka lupa bahwa saya pernah membawa nama baik kampus,” Tegasnya.

juga membantah tuduhan bahwa ia melakukan intimidasi, sebagaimana diberitakan oleh salah satu media online. Ia mengklaim memiliki bukti bahwa Presiden BEM UBM saat ini, Yuanita Lakoro, tidak pernah menyatakan dirinya diintimidasi.

“Saya memiliki bukti bahwa Yuanita tidak mengatakan bahwa dia di intimidasi oleh saya, dan itu sudah dia sampaikan kepada tim kode etik kampus pada tanggal 24 Januari 2025. Namun sayangnya berita yang hari ini dirilis oleh media online Go-Pena.Id di point kedua itu ada narasi bahwa saya melekukan intimidasi, saya juga punya bukti Chat antara tim kode etik dan Presiden BEM Yuanita Lakoro,” Tandasnya.

Dapatkan Berita Terupdate dari penadata di: