GURU AWAS! Mendikdasmen Murka: Stop Judgemental, Intip Dunia Muridmu!

Image from detik.com
Source: detik.com

Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa, dan guru adalah arsitek utamanya. Namun, di balik peran mulia ini, terkuak sebuah isu krusial yang disoroti langsung oleh Mendikdasmen : masih adanya praktik judgemental atau menghakimi dari sebagian guru terhadap murid-muridnya.

Pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan sebuah peringatan keras yang menggugah kesadaran. Mendikdasmen secara tegas menyerukan agar para pendidik mampu melihat dunia dari sudut pandang murid, memahami kompleksitas yang mereka hadapi.

Apa Itu Sikap Judgemental dalam Konteks Guru?

Sikap judgemental adalah kecenderungan untuk cepat menilai atau memberi label pada seseorang berdasarkan kesan pertama, perilaku sesaat, atau asumsi yang belum tentu benar. Dalam konteasi pengajaran, ini bisa berarti guru sudah memiliki prasangka terhadap seorang murid bahkan sebelum mengenalnya secara mendalam.

Ini bisa termanifestasi dalam banyak bentuk, seperti melabeli murid ‘nakal’, ‘malas’, ‘bodoh’, atau ‘tidak berbakat’ hanya karena satu atau dua insiden. Parahnya, label ini seringkali terbawa dan memengaruhi cara guru berinteraksi dengan murid tersebut di kemudian hari.

Mengapa Guru Bisa Bersikap Judgemental?

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu munculnya sikap judgemental pada guru, yang sebagian besar tidak disadari. Memahami akar masalah ini penting untuk mencari solusinya.

  • **Beban Kerja Berat:** Tuntutan kurikulum, administrasi yang menumpuk, dan jumlah murid yang banyak bisa menyebabkan guru stres dan lelah, sehingga cenderung mencari jalan pintas dalam menilai perilaku murid.
  • **Kurangnya Pelatihan Empati:** keguruan mungkin belum secara optimal membekali calon guru dengan keterampilan empati dan pemahaman psikologi anak secara mendalam.
  • **Pengalaman Pribadi:** Latar belakang dan pengalaman pribadi guru bisa membentuk bias tidak sadar yang memengaruhi cara mereka memandang murid tertentu.
  • **Pandangan Tradisional:** Beberapa guru masih menganut pandangan bahwa mereka adalah satu-satunya sumber otoritas dan kebenaran di kelas, sehingga kesulitan menerima perbedaan atau pandangan lain dari murid.
  • **Miskin Informasi:** Terkadang, guru tidak memiliki informasi lengkap mengenai latar belakang murid, kondisi keluarga, atau masalah pribadi yang mungkin memengaruhi perilaku mereka di sekolah.

Dampak Nyata Sikap Judgemental pada Murid

Sikap menghakimi dari guru, meskipun mungkin tidak disengaja, bisa meninggalkan luka psikologis yang dalam dan menghambat potensi anak. Dampaknya bisa sangat luas dan merusak.

Seorang murid yang terus-menerus merasa dihakimi akan kehilangan kepercayaan diri. Mereka mungkin merasa tidak dihargai, tidak mampu, dan tidak layak mendapatkan perhatian positif dari guru.

Dapatkan Berita Terupdate dari penadata di: