Euforia Lebaran selalu membawa cerita tersendiri, tak terkecuali bagi para insan sepak bola. Gelandang andalan Persib Bandung, Dedi Kusnandar, memilih pulang kampung ke Jatinangor untuk merayakan momen Idulfitri bersama keluarga tercinta.
Pemanfaatan jeda kompetisi ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah kesempatan emas bagi pemain yang akrab disapa Dado ini untuk mengisi ulang energi, mempererat tali silaturahmi, dan kembali menemukan semangat sebelum kembali berlaga di lapangan hijau.
Makna Mudik dan Lebaran bagi Sang Gelandang
Bagi Dedi Kusnandar, tradisi mudik menjelang Lebaran memiliki arti yang sangat mendalam. Ini adalah waktu di mana ia bisa melepaskan sejenak atribut seorang pesepak bola profesional dan kembali menjadi sosok anak, suami, atau ayah di tengah keluarganya.
Momen Lebaran di kampung halaman adalah kesempatan untuk refleksi, meminta maaf, dan menikmati hidangan khas yang hanya bisa ditemui saat kumpul keluarga. Jauh dari tekanan pertandingan, ini adalah terapi mental terbaik.
Kembali ke Akar di Jatinangor
Jatinangor, sebuah kecamatan yang sejuk di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bukan hanya sekadar tujuan mudik bagi Dado. Ini adalah tanah kelahirannya, tempat ia mengukir mimpi masa kecilnya bermain sepak bola.
Pulang ke Jatinangor berarti kembali ke akar, mengingatkannya pada perjuangan dan dukungan tak henti dari keluarga yang telah membawanya hingga menjadi salah satu gelandang terbaik di Liga 1. Seperti yang ia tunjukkan, ia ‘memanfaatkan waktu jeda kompetisi dengan kumpul bersama keluarga’ sebagai prioritas utama.