Newcastle United pernah menerima hasil yang sangat pahit dalam laga Derby Tyne-Wear yang selalu memanas. Menjamu rival abadi mereka, Sunderland, di kandang kebanggaan, St. James’ Park, The Magpies harus tumbang dengan skor tipis 1-2.
Kekalahan di kandang sendiri dalam sebuah derby adalah mimpi buruk bagi setiap klub, apalagi ketika itu terjadi di hadapan puluhan ribu pendukung setia. Hasil ini tidak hanya menambah tiga poin untuk Sunderland, melainkan juga meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi skuad dan seluruh komunitas Newcastle.
Sejarah dan Intensitas Derby Tyne-Wear
Derby Tyne-Wear, yang mempertemukan Newcastle United dari Tyneside dan Sunderland dari Wearside, adalah salah satu rivalitas paling sengit dan berakar dalam di sepak bola Inggris. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga perebutan harga diri regional.
Persaingan ini telah berlangsung selama lebih dari satu abad, berawal dari rivalitas industri antara kota-kota pertambangan batu bara dan galangan kapal. Dua komunitas ini secara geografis berdekatan, namun secara identitas sangat berbeda dan bangga akan wilayahnya masing-masing.
Pertandingan ini selalu diwarnai tensi tinggi, gairah membara dari para penggemar, dan terkadang, insiden tak terduga di dalam maupun luar lapangan. Kemenangan dalam derby adalah kebanggaan yang tak ternilai, sementara kekalahan bisa terasa seperti tragedi.
Momen Pahit di St. James’ Park: Newcastle 1-2 Sunderland
Salah satu kekalahan 1-2 yang paling membekas bagi Newcastle di kandang sendiri saat melawan Sunderland terjadi pada bulan April 2013. Kala itu, Sunderland yang diasuh oleh Paolo Di Canio berhasil mempecundangi skuat Alan Pardew.
