Dunia sepak bola tidak pernah sepi dari drama, dan Romelu Lukaku adalah salah satu bintang yang seringkali berada di pusaran kontroversi. Sebuah laporan singkat sempat beredar, menyoroti kemarahan Napoli terhadap sang striker setelah ia dianggap tidak fit saat bergabung dengan Timnas Belgia.
Namun, benarkah Napoli yang menjadi pihak yang geram? Kisah di balik pemulangan Lukaku dari skuad Belgia ternyata jauh lebih kompleks dan melibatkan klub-klub raksasa Eropa lainnya, memicu pertanyaan besar tentang profesionalisme dan loyalitas.
Drama Internasional yang Berbuntut Panjang
Pada pertengahan tahun 2023, Romelu Lukaku dipanggil untuk membela Timnas Belgia dalam kualifikasi Euro 2024. Namun, harapan untuk melihat performa terbaiknya sirna ketika tim medis Belgia menyatakan ia tidak dalam kondisi fisik yang prima.
Keputusan untuk mencoretnya dari skuad inti pun diambil demi menjaga kebugaran pemain lain dan juga karena dianggap berisiko memperparah kondisinya. Situasi ini memang bukan hal baru di kancah sepak bola.
Banyak pemain kerap mengalami masalah kebugaran setelah musim kompetisi yang panjang. Namun, apa yang terjadi setelah pencoretan Lukaku inilah yang kemudian menjadi awal mula kemarahan sejumlah pihak.
Misteri Klub yang Geram: Antara Napoli, Chelsea, dan Inter
Pada awalnya, beberapa media mengabarkan bahwa Napoli-lah yang merasa geram karena Lukaku tidak mau kembali ke ‘klubnya’ setelah insiden di Timnas Belgia. Informasi ini sejatinya kurang tepat dan menimbulkan kebingungan.
Faktanya, pada periode tersebut, Romelu Lukaku masih terikat kontrak dengan Chelsea FC dan baru saja menyelesaikan masa peminjamannya di Inter Milan. Dialah salah satu target transfer terpanas di bursa musim panas.
Mengapa Chelsea yang Paling Terdampak?
Sebagai klub pemilik, Chelsea adalah pihak yang memiliki hak penuh atas Lukaku. Setelah masa peminjamannya di Inter Milan berakhir, The Blues berharap Lukaku akan kembali untuk menjalani evaluasi medis dan program pramusim, atau setidaknya bernegosiasi untuk transfer.
Ketika seorang pemain menolak kembali ke klub pemilik setelah dicoret dari timnas karena alasan kebugaran, ini tentu saja menjadi masalah besar. Chelsea telah menginvestasikan dana besar untuk memboyongnya, dan ketidakjelasan status serta komitmennya sangat merugikan klub.