Sumber terdekat klub London tersebut diyakini sangat kecewa dengan sikap Lukaku yang terkesan ‘plin-plan’ dan kurang profesional dalam penanganan masalah kebugarannya pasca tugas internasional.
Keterlibatan Inter Milan dan Juventus
Inter Milan, yang sebelumnya meminjam Lukaku, juga berada dalam posisi yang dilematis. Mereka sangat ingin mempermanenkan sang striker, namun negosiasi dengan Chelsea berjalan alot.
Puncaknya, Lukaku disebut-sebut secara diam-diam menjalin komunikasi dengan rival abadi Inter, Juventus, tanpa sepengetahuan manajemen Nerazzurri. Tindakan ini memicu kemarahan besar di kubu Inter, yang merasa dikhianati.
Sikap Lukaku yang tidak jelas dalam memilih klub masa depannya, ditambah dengan isu kebugaran setelah tugas negara, semakin memperkeruh suasana dan membuat Inter akhirnya mundur dari perburuan tanda tangannya.
Lalu, Bagaimana dengan Napoli?
Nama Napoli mungkin muncul karena spekulasi di bursa transfer. Sebagai juara Serie A, Napoli tentu mencari penyerang berkualitas, dan Lukaku memang sempat dikaitkan dengan beberapa klub top Italia.
Namun, tidak ada indikasi kuat bahwa Napoli memiliki klaim atas Lukaku atau terlibat dalam situasi ‘geram’ akibat penolakannya kembali ke klub. Kemungkinan besar, ini adalah misinterpretasi atau bagian dari rumor transfer yang tidak akurat.
Kewajiban Pemain dalam Pusaran Klub vs. Negara
Saat Cedera Melanda di Kancah Internasional
Setiap pemain profesional memiliki kewajiban ganda: kepada klubnya dan kepada negara. Ketika seorang pemain mengalami cedera atau dianggap tidak fit saat membela timnas, ada protokol standar yang harus diikuti.
Biasanya, pemain harus kembali ke klubnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan rehabilitasi di bawah pengawasan tim medis klub. Ini penting karena klub adalah pihak yang membayar gaji pemain dan bertanggung jawab atas pemulihannya.
Penolakan untuk kembali dapat dianggap sebagai pelanggaran kontrak atau setidaknya sikap tidak profesional yang bisa berujung pada sanksi.