Menurunnya Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik
Ketika murid merasa dicap negatif, motivasi mereka untuk belajar dan berpartisipasi di kelas akan menurun drastis. Mereka mungkin berpikir, “Untuk apa saya berusaha kalau guru sudah berpikir saya buruk?”
Penurunan motivasi ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada prestasi akademik mereka. Lingkaran setan ini terus berputar, memperkuat stigma negatif yang sudah ada.
Membangun Tembok Penghalang Komunikasi
Murid yang merasa dihakimi akan enggan berkomunikasi secara terbuka dengan gurunya. Mereka takut dihakimi lebih lanjut, sehingga memilih untuk memendam masalah atau kesulitan yang mereka hadapi.
Ini tentu saja menghambat proses pembelajaran dan pembimbingan, karena guru tidak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi pada murid tersebut. Hubungan guru-murid menjadi kaku dan berjarak.
Dampak Jangka Panjang pada Pembentukan Karakter
Sikap judgemental dari guru bisa membentuk cara pandang murid terhadap diri sendiri dan dunia. Mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang pesimis, mudah menyerah, atau bahkan memberontak.
Dalam jangka panjang, pengalaman negatif ini bisa memengaruhi kemampuan mereka bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan yang lebih luas di masa depan.
Peringatan Mendikdasmen: Membangun Empati dan Melihat dari Sudut Pandang Murid
“Melihat dari sudut pandang murid” adalah inti dari pesan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Ini berarti seorang guru harus berupaya keras untuk memahami apa yang sedang dirasakan, dipikirkan, dan dialami oleh muridnya.