Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, menyampaikan khutbah Idul Adha 1444 H di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, pada Jumat, 6 Juni 2024. Tema khutbahnya, “Kurban, Kota, dan Agenda Keadilan,” mengarahkan perhatian pada esensi kurban sebagai simbol ketundukan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.
Anies mengaitkan momen Idul Adha dengan ibadah haji yang tengah berlangsung di Tanah Suci. Juga jutaan jemaah haji yang melaksanakan rukun Islam kelima itu menggambarkan kesetaraan di hadapan Tuhan. Kesederhanaan pakaian ihram yang dikenakan para jemaah, hanya dua helai kain putih, menunjukkan persamaan derajat tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.
Namun, Anies menekankan kontras yang tajam antara kesetaraan spiritual di Tanah Suci dengan realita ketimpangan sosial yang terjadi di perkotaan setelah para jemaah kembali ke tanah air. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kesenjangan yang masih sangat terasa di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta.
Kota sebagai Cermin Peradaban
Anies memandang kota sebagai cerminan peradaban suatu bangsa. Jika sebuah kota dipenuhi oleh ketimpangan ekonomi dan sosial, maka peradaban di dalamnya belum sepenuhnya sehat dan perlu perbaikan menyeluruh. Ketimpangan, menurutnya, bukan sekadar takdir, tetapi merupakan konsekuensi dari kebijakan publik yang kurang tepat dan belum diatasi secara serius.