Kabar mengejutkan mengguncang jagat sepak bola, khususnya para pendukung Liverpool di seluruh dunia. Penyerang ikonik mereka, Mohamed Salah, dilaporkan resmi akan meninggalkan klub di akhir musim 2025/2026.
Pengumuman ini, meski masih beberapa musim ke depan, sontak memicu gelombang kesedihan mendalam di kalangan warganet dan suporter setia The Reds.
Ucapan ‘Terima Kasih King’ pun membanjiri berbagai platform media sosial, menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi luar biasa sang mega bintang Mesir.
Perpisahan Sang Raja: Konfirmasi yang Mengejutkan
Berita mengenai kepergian Mohamed Salah di penghujung kontraknya pada 2026 ini bukan sekadar rumor biasa. Sumber terpercaya mengindikasikan bahwa keputusan ini telah menjadi kesepakatan.
Hal ini menandai dimulainya hitungan mundur bagi para penggemar untuk menikmati sisa aksi magis Salah di Anfield.
Reaksi yang muncul dari para pendukung Liverpool sangatlah emosional. Banyak yang merasa hampa membayangkan Anfield tanpa sosok pahlawan mereka.
Salah telah menjadi lebih dari sekadar pemain; ia adalah simbol harapan, kebangkitan, dan identitas bagi klub dalam beberapa tahun terakhir.
Jejak Emas Mohamed Salah di Anfield
Sejak kedatangannya di Liverpool pada tahun 2017, Mohamed Salah langsung menunjukkan diri sebagai salah satu rekrutan terbaik dalam sejarah klub.
Ia tidak hanya beradaptasi dengan cepat, tetapi juga mengubah wajah serangan Liverpool secara drastis.
Kedatangan dan Transformasi
Didatangkan dari AS Roma, banyak yang sempat meragukan kemampuannya untuk bersinar di Liga Primer Inggris setelah periode yang kurang sukses di Chelsea.
Namun, Salah membuktikan semua keraguan itu salah, bahkan mencetak rekor gol di musim pertamanya.
Perpaduannya dengan Roberto Firmino dan Sadio Mané membentuk trio penyerang mematikan yang dikenal sebagai ‘MSF’, membawa Liverpool ke puncak kejayaan.