“Yang pastinya emang tiap tahun juga mencoba warna baru, mencoba keluarga baru juga, dan kebetulan memang berjodohnya tahun ini dengan Livin Mandiri,” jelasnya.
Berada di Tengah Pemain Muda
Keunikan lain dari bergabungnya Yolla di JLM adalah ia dikelilingi oleh pemain-pemain muda, bahkan ada yang masih berusia belasan tahun. Hal ini menjadikannya sebagai “kakak tertua” di tim.
Menghadapi situasi ini, Yolla justru merasa semakin bersemangat dan termotivasi untuk membimbing para pemain muda.
“Dengan banyaknya pemain muda, itu memang PR tersendiri. Ada yang 14 tahun, ada yang 17 tahun, jadi saya yang 30-an sendiri. Tapi itu justru bikin saya semakin semangat,” kata Yolla sambil tersenyum.
Ia melihat potensi positif dari semangat membara para pemain muda, yang menurutnya sangat dibutuhkan oleh tim.
“Kalau dilihat, mental pemain muda biasanya membara. Itu yang dibutuhkan Mandiri. Kalau kebanyakan senior biasanya kurang berapi-api,” tambahnya.