Waktu terus berjalan, dan kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin mendekat. Di tengah persiapan yang seharusnya matang, Timnas Ghana justru membuat keputusan drastis yang mengejutkan banyak pihak.
Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) secara resmi memecat pelatih kepala mereka, menandai periode penuh gejolak bagi ‘Black Stars’ di momen krusial ini.
Krisis di Tengah Ambisi Piala Dunia
Keputusan pemecatan ini datang kurang dari tiga bulan sebelum jendela pertandingan kualifikasi penting di bulan Juni. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas tim.
Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons atas serangkaian hasil mengecewakan yang menimpa tim nasional Ghana dalam beberapa waktu terakhir.
Siapa Pelatih yang Dipecat?
Pelatih yang harus angkat kaki dari kursi panas Timnas Ghana adalah Chris Hughton.
Mantan manajer Brighton dan Newcastle United ini ditunjuk pada Februari 2023, namun perjalanannya berujung singkat dan pahit.
Rangkaian Hasil Buruk yang Berujung Pemecatan
Puncaknya adalah penampilan buruk Ghana di Piala Afrika (AFCON) 2023 yang diselenggarakan di Pantai Gading awal tahun ini.
Tim ‘Black Stars’ gagal meraih satu pun kemenangan, hanya mampu bermain imbang dua kali dan menelan satu kekalahan di fase grup.
Hasil ini membuat Ghana tersingkir prematur dari turnamen, sebuah pencapaian yang jauh di bawah ekspektasi para penggemar dan federasi.
GFA dalam pernyataan resminya mengatakan: “Federasi Sepak Bola Ghana mengumumkan bahwa pelatih kepala Black Stars, Chris Hughton, telah diberhentikan dari tugasnya dengan segera.”
Tekanan Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kualifikasi Piala Dunia 2026 membawa tekanan tersendiri, terutama dengan format baru yang akan diikuti 48 tim.
Ini membuka peluang lebih besar bagi negara-negara Afrika untuk meloloskan lebih banyak wakil mereka ke turnamen akbar tersebut.
Format Baru dan Harapan Afrika
FIFA telah mengalokasikan sembilan jatah langsung untuk zona CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika), ditambah satu jatah play-off antarbenua.
