Zulkarnain juga menekankan pentingnya musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan organisasi.
“Keputusan bersama adalah kunci agar GP Ansor tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara kolektif,” tambahnya.
Selain Itu Kordinator Wilayah Gorontalo Sulut Pimpinan Pusat, Alamsyah Palenga Menyampaikan Beberapa Pesan Konferwil Kepada Seluruh Kader GP Ansor Yang Di Provinsi Gorontalo Diantaranya :
1. GP Ansor dalam setiap perhelatan konferwil selalu mendorong upaya aklamasi dengan jalan musyaqarah untuk mencapai mufakat dalam semangat kekeluargaan. Ini adalah upaya GP Ansor menghidupkan nilai luhur Pancasila yang memang sejatinya berasal dari nilai luhur bangsa Indonesia.
2.Yang lebih penting bagi GP Ansor adalah mengisi khidmat kepengurusan yang berbilang tahun dengan khidmat terbaik, bukan menghabiskan energi di dalam forum konferwil lalu kemudian vakum dan tidak berbuat apa – apa dalam masa khidmatnya. GP ansor telah jauh meninggalkan perilaku semacam ini. Musyawarahkan calon ketuamu, dan setelahnya bahu membahu berkhidmat di jalan kebaikan.
3. Rahasia kekuatan GP Ansor terletak pada:
1. Ideologi / ajaran yang kuat dan moderat yang telah terbukti menjadi solusi ummat selama 14 Abad di seluruh dunia. Ideologi Islam ahlussunnah wal jamaah telah dianur oleh mayoritas umat Islam di dunia selama ini termasuk di Indonesia adalah bukti kebenaran dan manfaat Islam ahlussunnah wal jamaah di tengah peradaban umat manusia.
2. Memiliki sistem kaderisasi yang ketat dan berjenjang bagai kawah candradimuka yang akan menggembleng setiap kader menuju kader yang lebih baik dan handal dari masa ke masa.
3. Doktrin satu komando yang utuh membuat Ansor sangat efisien dalam bertindak mencapai tujuan dan tidak mudah goyah ketika mendapat terpaan badai.
4. Tertib hukum yang tinggi menempa seseorang menjadi idealis, kritis serta bertanggungjawab.
Dengan terpilihnya Zulkarnain Ahmad, GP Ansor Gorontalo diharapkan semakin solid dan mampu melanjutkan perjuangan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan kemanusiaan.