Menanggapi hal itu, Ketua GMNI Touna menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat dan meminta agar Kapolres Touna dicopot dari jabatannya karena dianggap lalai dalam menerapkan SOP pengamanan. Selain itu, ia juga meminta Bupati Tojo Una-Una memberikan sanksi tegas terhadap staf kantor bupati yang diduga melakukan kekerasan terhadap kader GMNI.
“Kami mengutuk keras tindakan represif aparat dan menuntut Kapolda Sulteng untuk segera memecat Kapolres Touna. Kami juga meminta Bupati mengeluarkan surat peringatan keras terhadap staf yang melakukan pemukulan terhadap kader kami,” tegas Ketua GMNI Touna.