Kekecewaan semakin memuncak, akbiatnya kericuhan antara massa aksi dengan aparat keamanan tidak terbendung lagi. Parahnya, terdapat tindakan represif dari pihak aparat keamanan pada salah satu kader GmnI, Moh. Fatul Ulum Lahalik yang mengakibatkan memar di pelipis dan luka di kaki akibat kekerasan yang terjadi selama kericuhan tersebut.
Selain itu, lima kader GmnI lainnya juga menjadi korban kekerasan, dengan beberapa di antaranya mengalami pencekikan dan penyeretan oleh aparat.