Acara ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali tekad PB IPSI dalam membawa pencak silat ke Olimpiade. Keberhasilan pencak silat diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia pada tahun 2019 menjadi pijakan penting dalam upaya ini. “Ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi bangsa dan negara yang kita cintai,” tegas Sugiono.
Target Olimpiade 2028 dan 2032
PB IPSI menargetkan pencak silat dapat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Langkah awal yang dibidik adalah tampil sebagai cabang olahraga ekshibisi di Olimpiade Los Angeles 2028. Setelah itu, PB IPSI berharap pencak silat dapat menjadi cabang olahraga resmi di Olimpiade Brisbane 2032.
Untuk mencapai target tersebut, PB IPSI akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas atlet dan memperkenalkan pencak silat lebih luas ke dunia internasional. Hal ini termasuk meningkatkan pembinaan atlet, pelatihan pelatih, dan promosi pencak silat melalui berbagai kegiatan internasional.
Dukungan Pemerintah dan Organisasi Keolahragaan
Peringatan HUT ke-77 PB IPSI juga dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah dan organisasi keolahragaan terhadap perkembangan pencak silat di Indonesia.