Indonesia Darurat Predator Seksual: Ribuan Kasus Mengguncang 2025

Jagat media sosial Instagram baru-baru ini diramaikan oleh template stories bertajuk “Indonesia Darurat Predator dan Kejahatan Seksual”. Inisiatif dari akun resmi Komisi Nasional Perlindungan Anak (@komnastv.anak) ini telah dibagikan lebih dari 154 ribu akun, menjadi wadah penyampaian keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan seksual di Indonesia.

Kasus-kasus yang disorot meliputi dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru besar Fisipol UGM terhadap mahasiswinya, pencabulan dan pornografi anak yang diduga dilakukan oknum Kapolres, serta kasus serupa yang melibatkan tenaga medis di RSHS Bandung. Lingkungan pendidikan agama juga tak luput, dengan kasus dugaan pelecehan belasan santriwati oleh oknum pengurus ponpes. Bahkan, kekerasan seksual juga terjadi dalam lingkup keluarga, seperti kasus di Garut.

Komnas Anak mengecam keras semua bentuk kekerasan dan kejahatan seksual, menolak budaya diam dan normalisasi kekerasan, serta mendesak adanya sistem yang melindungi korban, bukan membungkam mereka. Mereka menekankan pentingnya pemulihan bagi korban dan terciptanya ruang aman bagi semua orang. Keadilan, menurut Komnas Anak, bukan hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan korban dan membangun ruang aman.

Dapatkan Berita Terupdate dari penadata di: