Suasana aman dan kondusif mulai terasa di perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Hal ini ditandai dengan penyerahan senjata api rakitan secara sukarela oleh warga setempat.
Seorang petani berusia 58 tahun, berinisial AB, menyerahkan senjata api rakitan jenis penabur kepada personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonarmed 11 Kostrad di Pos Simanggaris Baru. Penyerahan senjata laras panjang tanpa peluru ini dilakukan di Desa Sekaduyan Taka.
Aksi AB mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan di wilayah perbatasan. Kehadiran Satgas Pamtas dinilai berhasil menciptakan rasa aman bagi warga sekitar.
“Semenjak ada Satgas, saya merasa lebih aman. Mereka juga sering membantu warga. Jadi saya rasa sudah tidak perlu menyimpan senjata itu lagi,” ungkap AB saat menyerahkan senjatanya. Pernyataan ini menunjukkan dampak positif dari pendekatan humanis yang dilakukan Satgas.
Pendekatan Humanis Satgas Pamtas
Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, menyampaikan apresiasinya atas tindakan AB. Ia menekankan bahwa langkah ini sangat mendukung terciptanya situasi kondusif di perbatasan.
Letkol Gde Adhy menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pendekatan humanis yang diterapkan oleh personel Satgas. Komunikasi aktif dan keterlibatan dalam kegiatan warga telah membangun kedekatan dan kepercayaan.