Rahasia Sukses MBG Kuasai Jawa Timur: Sinergi Hebat atau Jebakan?

31 Agustus 2025, 19:02 WIB

**Makan Bergizi Gratis: 1,9 Juta Warga Jatim Terbantu, Tantangan Koordinasi dan Peran Pesantren Jadi Sorotan**

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur menorehkan prestasi gemilang. Hingga 20 Agustus 2025, 1,9 juta warga telah merasakan manfaatnya melalui 714 Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Keberhasilan ini tak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga berimbas positif pada perekonomian daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan peran penting MBG dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, dan menyerap hasil pertanian lokal. Program ini, menurutnya, memiliki potensi besar untuk memajukan ekonomi Jawa Timur.

“Kalau program ini bisa berjalan maksimal, maka serapan tenaga kerja meningkat, UMKM kita tumbuh, dan produk pertanian lokal juga terserap lebih baik,” tegas Khofifah dalam Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan.

Meskipun capaian MBG di Jawa Timur cukup tinggi, Khofifah mengakui masih ada kendala yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Beberapa kabupaten/kota belum memperbarui data penerima manfaat, sehingga menghambat pendistribusian bantuan.

“Kami berterima kasih kepada Pak Mendagri yang dalam beberapa minggu terakhir sudah melakukan koordinasi khusus, baik untuk MBG, bedah rumah, maupun KDKMP. Tapi memang koordinasi ini masih perlu diperkuat,” imbuhnya.

Rendahnya keterlibatan pesantren dalam program MBG juga menjadi sorotan. Dari total kebutuhan 3.545 SPPG, baru sekitar 6.000 santri yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Padahal, banyak pesantren besar dengan jumlah santri mencapai belasan ribu.

Khofifah menambahkan, “Kalau pesantren bisa lebih banyak tercover, percepatan program ini akan jauh lebih signifikan.”

Untuk mengatasi kendala tersebut, Khofifah mendorong optimalisasi Satgas MBG di daerah melalui sosialisasi yang masif dan peningkatan sistem informasi. Beliau bahkan menawarkan pemanfaatan gedung di depan Grahadi sebagai lokasi strategis untuk mendukung distribusi layanan MBG.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga turut berkomitmen memperluas jangkauan MBG, khususnya bagi siswa SD dan SMP di daerah yang membutuhkan. Upaya ini dilakukan dengan mensinergikan platform digital dengan ekosistem Kominfo.

“Kementerian Kominfo siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” jelas Menteri Kominfo, Meutya Hafid.

Meutya menekankan bahwa MBG bertujuan meningkatkan akses makanan sehat bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Program ini juga bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang berdampak sosial.

Meutya juga mengapresiasi sejumlah platform digital, seperti Grab Indonesia dan OVO, yang telah berkomitmen berkolaborasi dalam menyukseskan MBG. “Kolaborasi ini menunjukkan komitmen platform digital untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang