Semen Padang FC Ditahan Imbang PSM Makassar 1-1 di BRI Super League 2025
Pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2025 antara Semen Padang FC melawan PSM Makassar berakhir imbang dengan skor 1-1. Laga yang berlangsung di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, Jumat (22/8/2025) malam, menyajikan duel sengit antara kedua tim. Semen Padang sempat unggul lebih dulu, namun PSM Makassar berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua.
Semen Padang FC memulai laga dengan percaya diri. Mereka menguasai lini tengah dan menekan pertahanan PSM Makassar sejak menit awal. Upaya tersebut membuahkan hasil di menit ke-25 melalui gol Bruno Gomes. Gol tersebut sempat diverifikasi VAR sebelum akhirnya disahkan wasit.
“Kami bermain sangat positif di awal babak pertama. Anak-anak mampu mengontrol permainan dan unggul 1-0 di babak pertama,” ujar pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, seusai pertandingan. Pernyataan ini mencerminkan kepuasan Almeida terhadap performa timnya di babak pertama. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama.
PSM Makassar meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Mereka memanfaatkan kecepatan pemain sayap dan pressing ketat untuk membongkar pertahanan Semen Padang. Peluang emas bahkan hadir ketika tendangan keras pemain PSM membentur mistar gawang. Tekanan terus menerus dari PSM akhirnya membuahkan hasil.
Pada menit ke-74, A. Kamara berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah menyambar bola di kotak penalti. Skor imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan usai. Gol Kamara menjadi penyelamat bagi PSM Makassar yang tertinggal di babak pertama.
Semen Padang melakukan beberapa pergantian pemain untuk mencoba menambah keunggulan. Eduardo Almeida menarik keluar Stewart dan memasukkan Filipe Chaby di menit ke-62. Chaby bahkan nyaris mencetak gol setelah melepaskan tendangan first time, namun usahanya masih belum menemui sasaran.
Meskipun kecewa dengan hasil imbang, Eduardo Almeida tetap mengapresiasi kerja keras pemainnya. Ia menekankan pentingnya pembelajaran dari kesalahan yang menyebabkan timnya kehilangan momentum setelah unggul. “Sayang sekali kami kehilangan momentum setelah unggul. Pemain sudah berusaha maksimal, tapi satu kesalahan bisa langsung dihukum. Kami harus belajar dari hasil ini,” kata Almeida.
Sementara itu, Bernardo Tavares, pelatih PSM Makassar, memuji mental juang anak asuhnya yang tak menyerah meski tertinggal lebih dulu. “Kami tidak menyerah meski tertinggal lebih dulu. Gol Kamara menunjukkan semangat pantang menyerah Juku Eja,” ujarnya. Hasil imbang ini membuat Semen Padang FC tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara BRI Super League 2025.
Pertandingan ini sendiri berlangsung cukup keras. Ripal Wahyudi dari Semen Padang bahkan mendapat kartu kuning pada menit ke-37 karena melakukan pelanggaran terhadap pemain PSM. Kedua tim sama-sama menciptakan beberapa peluang berbahaya sepanjang laga. Hasil imbang ini menunjukkan persaingan ketat di BRI Super League 2025.
Analisis Lebih Lanjut:
Pertandingan ini menunjukkan betapa pentingnya konsistensi dalam sebuah pertandingan sepak bola. Semen Padang yang unggul di babak pertama, kehilangan momentum dan akhirnya harus puas berbagi poin. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi tim untuk meningkatkan konsentrasi dan mempertahankan performa di sepanjang pertandingan. Sementara PSM Makassar menunjukkan mental juara dengan mampu bangkit dari ketertinggalan dan mencuri satu poin di kandang lawan. Ke depannya, baik Semen Padang maupun PSM Makassar perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa tim dan meraih hasil yang lebih baik di pertandingan selanjutnya.







