Kedatangan megabintang sekelas Lionel Messi ke Paris Saint-Germain pada tahun 2021 memang menggemparkan dunia sepak bola. Euforia menyelimuti Paris, dan harapan akan dominasi di Eropa melambung tinggi di kalangan para penggemar.
Namun, di balik gemerlap nama besar dan janji gelar, ternyata ada cerita lain dari ruang ganti PSG. Tak semua pemain merasa diuntungkan sepenuhnya oleh kehadiran sang legenda Argentina.
Salah satunya adalah bintang muda Maroko, Achraf Hakimi. Bek sayap kanan yang dikenal dengan kecepatan dan agresivitas menyerangnya ini, secara mengejutkan, mengakui bahwa kehadiran Messi justru membuatnya frustrasi.
Pernyataan Hakimi ini membuka tabir kompleksitas dalam menyatukan talenta-talenta luar biasa ke dalam satu tim. Lantas, mengapa seorang pemain sekaliber Hakimi bisa merasa frustrasi dengan rekan setimnya yang merupakan salah satu pemain terhebat sepanjang masa?
Dampak Tak Terduga Kehadiran Messi bagi Hakimi
Achraf Hakimi adalah bek sayap modern yang sangat mengandalkan ruang dan pergerakan tanpa bola untuk menusuk pertahanan lawan. Gaya bermainnya sangat cocok untuk sistem yang memberinya kebebasan menyerang dan umpan-umpan terobosan.
Saat Messi bergabung, dinamika serangan PSG berubah drastis. Fokus permainan cenderung lebih banyak berkonsentrasi di lini tengah dan sisi kiri, di mana Messi, Neymar, dan Kylian Mbappé sering beroperasi.
Gaya Bermain Messi dan Dampaknya pada Bek Sayap
Lionel Messi dikenal dengan kemampuannya menguasai bola, mendikte tempo, dan seringkali menciptakan peluang dari posisi agak ke dalam atau di sisi kanan yang sering ia jadikan “area bermain”-nya. Ia cenderung lebih banyak memegang bola dan mengatur serangan.
Hal ini secara tidak langsung mengurangi ruang dan kesempatan bagi Hakimi untuk melakukan overlap atau menerima umpan langsung di sayap kanan. Pergerakan Hakimi yang eksplosif membutuhkan bola cepat dan ruang terbuka di depannya.
