Ketika jumlah proyektil yang datang melebihi kapasitas pencegatan sistem dalam satu waktu, beberapa di antaranya pasti akan lolos. Inilah yang terjadi pada beberapa insiden di mana roket berhasil menembus dan menyebabkan kerusakan serta korban.
Aspek Biaya dan Efektivitas
Masalah lain yang tak kalah penting adalah aspek biaya-efektivitas dari Iron Dome. Setiap rudal pencegat Tamir yang digunakan oleh Iron Dome harganya sangat mahal, diperkirakan mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu dolar per tembakan.
Di sisi lain, roket yang ditembakkan oleh kelompok-kelompok seperti Hamas seringkali merupakan roket murah, dibuat dari bahan-bahan sederhana dan berbiaya rendah. Ini menciptakan dilema ekonomi yang signifikan bagi Israel.
Memaksa Israel menghabiskan rudal pencegat yang mahal untuk setiap roket murahan secara berkelanjutan dapat menguras anggaran pertahanan dalam jangka panjang. Ini adalah strategi asimetris yang efektif bagi musuh.
Variasi Ancaman Modern: Drone dan Rudal Jelajah
Selain roket, Israel kini menghadapi spektrum ancaman yang lebih luas, termasuk drone bunuh diri dan rudal jelajah yang canggih. Beberapa sistem pertahanan udara dirancang khusus untuk ancaman tertentu dan mungkin kurang efektif terhadap jenis lain.
Drone, terutama yang terbang rendah dan lambat, bisa menjadi tantangan bagi radar yang dirancang untuk mendeteksi roket atau rudal yang bergerak cepat. Ukuran kecil dan jejak radar yang rendah membuat deteksinya lebih sulit.
Rudal jelajah, yang mampu terbang di ketinggian sangat rendah mengikuti kontur medan, juga bisa menghindari deteksi radar konvensional. Ini membuka celah bagi serangan presisi yang sulit diantisipasi oleh Iron Dome saja.
Kesenjangan Jangkauan dan Deteksi
Meskipun Israel memiliki banyak baterai Iron Dome, cakupan geografisnya tidak selalu sempurna. Ada potensi kesenjangan dalam jangkauan deteksi atau area yang tidak terlindungi sepenuhnya, terutama di daerah perbatasan atau wilayah yang kurang padat.
Beberapa ancaman juga bisa datang dari arah atau jalur yang tidak diantisipasi. Dengan wilayah yang relatif kecil, waktu reaksi terhadap peluncuran roket atau rudal bisa sangat singkat, mempersulit upaya pencegatan.
Kurangnya waktu reaksi dan kesenjangan deteksi ini dapat dimanfaatkan musuh untuk melancarkan serangan kejutan. Ini memaksa Israel untuk terus berinvestasi dalam perluasan cakupan dan peningkatan kemampuan sensor.
Faktor Adaptasi Musuh dan Inovasi
Musuh-musuh Israel terus-menerus mempelajari dan beradaptasi dengan sistem pertahanan yang ada. Mereka menganalisis keberhasilan dan kegagalan serangan sebelumnya untuk mengembangkan taktik dan senjata baru.
Ini bisa berupa pengembangan roket dengan hulu ledak yang lebih besar, peningkatan akurasi, atau penggunaan manuver yang lebih kompleks untuk menghindari pencegat. Inovasi ini menciptakan perlombaan senjata tanpa henti.
Misalnya, roket yang dimodifikasi untuk terbang di ketinggian yang berbeda atau memiliki tanda tangan inframerah yang disamarkan dapat menyulitkan sistem pelacakan Iron Dome, mengurangi peluang pencegatan yang berhasil.