Selain itu, pertahanan mereka juga cenderung lebih rapuh. Gol-gol mudah sering tercipta ke gawang mereka di laga tandang, menunjukkan kurangnya konsentrasi atau organisasi yang solid di lini belakang.
Faktor Taktis dan Psikologis
Manajer Gary O’Neil dikenal dengan pendekatan taktisnya yang pragmatis, namun tampaknya strategi ini belum mampu beradaptasi dengan baik saat bermain di markas lawan. Transisi dari bertahan ke menyerang seringkali terputus.
Aspek psikologis juga tak bisa diabaikan. Tekanan bermain di kandang lawan, dengan sorakan suporter tuan rumah, bisa sangat memengaruhi mentalitas pemain. Kurangnya kepercayaan diri untuk meraih poin penuh sering terlihat jelas.
Inkonsistensi Pemain Kunci
Beberapa pemain kunci Wolves yang tampil gemilang di Molineux, seperti Matheus Cunha, Hwang Hee-chan, atau Pedro Neto, seringkali kesulitan menunjukkan performa terbaik mereka saat berlaga tandang. Inkonsistensi ini sangat merugikan.
Cedera pemain inti juga memperparah situasi, memaksa perubahan formasi dan komposisi tim yang belum matang. Kedalaman skuad menjadi pertanyaan besar saat dihadapkan pada jadwal padat dan tuntutan Premier League.
Dampak Jangka Pendek dan Panjang bagi Wolves
Performa tandang yang buruk ini tentu memiliki konsekuensi serius bagi Wolverhampton Wanderers, baik untuk musim berjalan maupun masa depan klub.