Bertemu Liverpool di perempat final, yang dikenal sebagai tim “spesialis” Liga Champions dan ahli dalam drama comeback, tentu menambah beban psikologis ini dan bisa memicu keraguan.
Ketergantungan pada Kylian Mbappé
Meskipun memiliki skuad yang dalam dan bertabur bintang, ketergantungan PSG pada kejeniusan dan kecepatan Kylian Mbappé tidak bisa dimungkiri. Saat Mbappé tidak dalam performa terbaiknya atau berhasil dimatikan oleh lawan, lini serang PSG seringkali kesulitan menciptakan peluang.
Liverpool memiliki bek-bek tangguh, disiplin, dan berpengalaman seperti Virgil van Dijk serta Ibrahima Konate yang siap meredam pergerakan cepat dan dribel mematikan sang superstar Prancis.
Pertahanan yang digalang The Reds akan menjadi ujian berat bagi Mbappé, dan keberhasilan mereka mengunci pergerakan Mbappé akan sangat menentukan.
Proyek Luis Enrique yang Masih Berjalan
Di bawah asuhan pelatih Luis Enrique, PSG masih dalam tahap pembangunan identitas dan filosofi bermain yang baru. Meskipun ada peningkatan signifikan dan permainan yang lebih terstruktur, konsistensi serta kematangan di laga-laga besar masih perlu dibuktikan.
Berbeda dengan Liverpool yang sudah sangat padu, terkoordinasi, dan matang di bawah kepemimpinan Juergen Klopp selama bertahun-tahun, PSG masih mencari ritme dan formula terbaik mereka sebagai sebuah tim yang solid di kompetisi tertinggi.
Opini Tambahan: Pertarungan Para Gelandang dan Bek Kunci
Selain faktor-faktor di atas, pertarungan di lini tengah akan menjadi kunci utama dalam menentukan siapa yang akan menguasai ritme permainan. Liverpool memiliki gelandang-gelandang pekerja keras, energik, dan teknis yang siap menguasai lini tengah serta memutus aliran bola PSG.
Pemain seperti Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, atau Wataru Endo akan berduel ketat dengan Vitinha, Manuel Ugarte, atau Warren Zaïre-Emery. Penguasaan lini tengah akan menjadi penentu dominasi.
Di lini belakang, kecepatan dan kelincahan penyerang PSG akan diuji oleh pertahanan kokoh Liverpool. Sebaliknya, bek-bek PSG harus sangat waspada terhadap serangan balik cepat, transisi kilat, dan pergerakan cerdik dari Mohamed Salah, Darwin Nunez, atau Luis Diaz yang sangat merepotkan.
Pernyataan Arne Slot bahwa PSG tidak akan senang bertemu Liverpool bukanlah bualan semata. Ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan kedua tim, serta faktor-faktor non-teknis yang seringkali menjadi penentu di Liga Champions, seperti sejarah, tekanan mental, dan atmosfer pertandingan.
Liverpool, dengan misi perpisahan Klopp yang penuh emosi dan DNA Liga Champions-nya yang tak terbantahkan, akan menjadi lawan yang sangat merepotkan dan berbahaya bagi ambisi PSG untuk meraih trofi yang selama ini mereka impikan.
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi salah satu perempat final paling menarik, menegangkan, dan mungkin penuh kejutan di musim ini, di mana kedua tim akan mengerahkan segalanya untuk melaju ke babak berikutnya.