Medan magnet ini diduga berasal dari inti cair besi di dalamnya yang berputar, serupa dengan bagaimana medan magnet Bumi terbentuk. Ini adalah fitur yang sangat langka untuk sebuah bulan.
Penemuan aurora di Ganymede ini sebagian besar dimungkinkan berkat pengamatan detail dari Teleskop Luar Angkasa Hubble. Para ilmuwan mengamati pergeseran pita ultraviolet dari aurora di kutub Ganymede, yang menjadi indikator kuat keberadaan medan magnetnya.
Mengapa Aurora Ganymede Mirip Bumi?
Kemiripan aurora Ganymede dengan Bumi adalah poin krusial yang membuat penelitian ini begitu menarik. Penelitian terbaru menemukan bahwa aurora di Ganymede menunjukkan pola fluktuasi yang konsisten dengan teori interaksi antara medan magnet bulan itu sendiri dan medan magnet raksasa Jupiter.
Secara sederhana, medan magnet Jupiter yang sangat kuat mencoba ‘menekan’ medan magnet Ganymede. Tekanan ini menciptakan gelombang dan osilasi, yang pada gilirannya mempercepat partikel bermuatan ke atmosfer tipis Ganymede.
“Aurora di Ganymede menunjukkan pergerakan yang menarik, seolah menari mengikuti irama medan magnet Jupiter,” kata salah satu peneliti. Ini menunjukkan dinamika kompleks yang belum sepenuhnya kita pahami.
Meski Ganymede memiliki atmosfer yang sangat tipis, yang mayoritas terdiri dari oksigen, interaksi partikel energi tinggi dengan oksigen inilah yang dipercaya menghasilkan emisi cahaya, mirip dengan proses di Bumi.
Pola aurora yang mirip Bumi ini memberikan petunjuk penting tentang struktur internal Ganymede dan bagaimana medan magnetnya berinteraksi dengan lingkungan luar angkasa yang ekstrem.