Terkuak! 2 Struktur Misterius di Dalam Bumi, Lebih Besar dari Benua & 100x Everest!

Image from detik.com
Source: detik.com

Teknologi pencitraan seismik modern, mirip dengan bagaimana dokter menggunakan USG untuk melihat bagian dalam tubuh, memungkinkan para ilmuwan untuk memetakan keberadaan dan bentuk anomali-anomali raksasa ini.

Lokasi dan Karakteristik Unik

Kedua ini terletak di dasar , tepat di atas inti luar yang cair, sekitar 2.900 kilometer di bawah permukaan. Salah satunya berada di bawah benua Afrika, sementara yang lainnya tersembunyi di bawah Samudra Pasifik.

Secara geologis, memiliki karakteristik unik. Meskipun lebih padat daripada mantel di sekitarnya, anomali kecepatan gelombang menunjukkan bahwa mereka juga cenderung lebih panas. Perbedaan kepadatan inilah yang menjadi petunjuk penting bagi para peneliti.

Misteri Asal-Usul: Dari Mana Mereka Berasal?

Asal-usul masih menjadi perdebatan hangat di komunitas ilmiah. Ada beberapa teori terkemuka yang mencoba menjelaskan keberadaan formasi raksasa ini, masing-masing dengan dasar ilmiah yang kuat namun belum final:

1. Relik Pembentukan Bumi Purba

  • Salah satu teori menyatakan bahwa LLSVPs adalah sisa-sisa material primordial yang tidak tercampur sempurna selama pembentukan Bumi awal sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
  • Material ini mungkin mewakili bagian yang lebih padat, mungkin kaya akan besi, dari Bumi purba yang ‘tenggelam’ ke dasar mantel dan tetap terisolasi selama miliaran tahun, tidak berinteraksi penuh dengan mantel di atasnya.

2. Makam Lempeng Tektonik Kuno

  • Teori lain berpendapat bahwa LLSVPs adalah akumulasi besar dari lempeng-lempeng samudra kuno yang telah menunjam (subduksi) ke dalam mantel selama jutaan tahun.
  • Seiring waktu, lempeng-lempeng padat ini tenggelam ke dasar mantel dan membentuk timbunan material yang lebih dingin dan padat. Namun, data seismik juga menunjukkan LLSVPs cenderung lebih panas, sehingga memunculkan perdebatan lebih lanjut.

3. Sisa Tabrakan Kosmik Raksasa (Teori Theia)

  • Sebuah hipotesis yang lebih radikal, yang mendapatkan perhatian baru dari studi terbaru, mengusulkan bahwa LLSVPs mungkin merupakan pecahan dari , planet purba seukuran Mars yang diyakini bertabrakan dengan Bumi muda dan membentuk Bulan.
  • Menurut teori ini, beberapa material padat dari tidak terlempar ke angkasa untuk membentuk Bulan, melainkan terbenam jauh ke dalam , membentuk LLSVPs yang kita lihat sekarang.
  • Jika benar, ini akan menjadi bukti fisik pertama yang signifikan dari peristiwa dahsyat yang membentuk Bulan dan memiliki implikasi besar terhadap pemahaman kita tentang sejarah tata surya dan Bumi itu sendiri.

Peran Krusial dalam Dinamika Bumi

Terlepas dari asal-usulnya, LLSVPs diyakini memainkan peran fundamental dalam banyak proses geologis yang membentuk planet kita. Kehadiran mereka bukan sekadar anomali, melainkan pemain kunci dalam mesin Bumi.

1. Penggerak Mantel Konveksi

LLSVPs yang lebih panas bertindak sebagai titik pemicu untuk mantel plumes, arus naik material panas dari dasar mantel menuju permukaan. Mantel plumes ini seringkali dihubungkan dengan titik panas vulkanik (hotspots) seperti Hawaii dan Islandia, yang tidak terkait langsung dengan batas lempeng tektonik.

2. Pengaruh pada Lempeng Tektonik

Meskipun tidak secara langsung menggerakkan lempeng, LLSVPs memengaruhi pola konveksi mantel secara keseluruhan, yang pada gilirannya mendorong pergerakan lempeng tektonik. Mereka bisa menjadi ‘batas’ atau ‘penghalang’ untuk arus mantel, mengubah pola aliran material panas di dalam Bumi.

Dapatkan Berita Terupdate dari penadata di: