TERKUAK! 2 Negara Kepulauan Ini Punya Tiket Aman Jika Kiamat Nuklir Datang?

Image from detik.com
Source: detik.com

Mereka adalah dan . Kedua negara ini secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam berbagai simulasi ketahanan pasca-bencana nuklir global.

Selandia Baru: Benteng Hijau Dunia

sering disebut-sebut sebagai salah satu tempat paling ideal untuk berlindung. Letaknya yang terpencil di Pasifik Selatan menjadikannya jauh dari potensi target utama konflik geopolitik.

Iklimnya yang sedang dan curah hujan yang stabil memungkinkan pertanian tetap berlanjut, bahkan jika suhu global menurun tajam. Mereka memiliki lahan pertanian subur dan akses ke sumber daya perikanan yang melimpah.

Populasi yang relatif kecil juga berarti kebutuhan pangan lebih mudah dipenuhi dengan produksi domestik. Selain itu, ketergantungan pada tenaga nuklir sangat minim, dengan mayoritas energi berasal dari sumber terbarukan seperti hidro dan panas bumi.

Australia: Benua Bertahan Hidup

, dengan luasnya yang masif, menawarkan beragam iklim dan sumber daya. Meskipun sebagian besar wilayahnya gurun, ada area luas yang sangat produktif secara pertanian, terutama di bagian tenggara dan barat daya.

Negara ini memiliki cadangan batu bara dan gas alam yang melimpah untuk energi, tetapi juga merupakan pemimpin dalam energi surya. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas energi yang vital dalam skenario darurat.

Seperti , jauh dari pusat konflik besar, mengurangi kemungkinan menjadi sasaran langsung. Populasinya terkonsentrasi di pesisir, meninggalkan interior yang luas untuk potensi relokasi atau pengembangan pertanian baru.

Studi Ilmiah di Balik Klaim Ini

Studi yang dimaksud, yang berjudul “An Analysis of the Potential for Food Supply After a Global Catastrophe,” secara khusus mengevaluasi kapasitas global dalam skenario musim dingin nuklir.

Para peneliti menganalisis 38 negara kepulauan berdasarkan faktor-faktor seperti kemampuan produksi makanan, tingkat isolasi, ketersediaan energi, dan kerentanan terhadap gangguan rantai pasok global.

Dapatkan Berita Terupdate dari penadata di: