Sasaran Utama: Ibu Hamil Trimester Dua dan Tiga
Pilihan korban yang terfokus pada ibu hamil trimester dua dan tiga menunjukkan adanya perencanaan yang matang dan jahat. Kondisi fisik ibu hamil pada trimester tersebut memang memudahkan akses untuk melakukan pelecehan.
Ini bukan sekadar tindakan impulsif, melainkan suatu pola yang sengaja direncanakan dan dieksekusi secara sistematis oleh Dokter Iril. Hal ini menambah keprihatinan dan menekankan perlunya penyelidikan yang lebih mendalam.
Skala Kejahatan yang Mencengangkan
Mantan asisten tersebut memperkirakan jumlah korban pelecehan seksual yang dilakukan Dokter Iril mencapai lebih dari 100 orang. Ia sendiri mengaku menjadi korban beberapa minggu setelah mulai bekerja. Dokter Iril bahkan terus menghubunginya dan menunggunya pulang di depan rumah sakit.
Namun, setelah mengetahui latar belakang mantan asistennya sebagai mantan asisten dokter spesialis kandungan senior di Garut, Dokter Iril langsung menjauh. Fakta ini menunjukkan bahwa Dokter Iril mungkin lebih berani melakukan tindakan asusila pada pasien yang ia anggap lebih rentan.
Dokter-dokter lain di lingkungan kerja Dokter Iril juga telah memperingatkan mantan asistennya agar berhati-hati. Hal ini menunjukkan bahwa kecurigaan terhadap perilaku Dokter Iril telah lama beredar di kalangan rekan sejawatnya.
Perbedaan Frekuensi Kejahatan di Klinik dan Rumah Sakit
Mantan asisten tersebut juga mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus pelecehan terjadi di klinik, bukan rumah sakit. Ini menunjukkan bahwa Dokter Iril kemungkinan besar memanfaatkan keleluasaan dan pengawasan yang lebih longgar di klinik untuk melancarkan aksinya.