Dari aksi ini, muncul beberapa tuntutan konkret. Pertama, reformasi hukum yang komprehensif. Mereka menuntut penegakan hukum yang adil dan independen, bebas dari intervensi politik dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Kedua, reformasi kabinet. Para aktivis menilai kabinet saat ini diisi oleh figur-figur oportunis yang gagal menjaga nilai-nilai demokrasi. Mereka menyerukan reshuffle kabinet dan menempatkan figur-figur yang memiliki integritas moral tinggi, khususnya dari kalangan aktivis 98.
Tuntutan Tambahan: Memperkuat Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat
Selain dua tuntutan utama tersebut, ada tiga tuntutan lainnya. Tuntutan ketiga berfokus pada penguatan demokrasi dan kebebasan sipil. Hal ini penting untuk memastikan hak-hak warga negara dijamin dan dilindungi.
Keempat, melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan perubahan. Para aktivis 98 menyadari pentingnya meneruskan estafet perjuangan kepada generasi penerus bangsa. Mereka berharap generasi muda tidak terjebak dalam pragmatisme politik dan tetap memegang teguh nilai-nilai keadilan sosial.