Powell Dorong Ethereum Tembus Rekor Tertinggi Baru

23 Agustus 2025, 13:34 WIB

Pidato Jerome Powell, Ketua Federal Reserve (The Fed), di simposium Jackson Hole pada 22 Agustus 2024, memicu lonjakan drastis di pasar kripto. Setelah periode bearish yang berkepanjangan, pasar tiba-tiba mengalami reli signifikan. Ethereum mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di angka US$ 4.891, sementara Bitcoin menembus US$ 117.377. Ini merupakan reaksi cepat pasar terhadap sinyal perubahan kebijakan The Fed.

Momentum ini terjadi hanya beberapa jam setelah pidato Powell. Ia menyampaikan sinyal jelas bahwa The Fed siap mengubah arah kebijakan moneternya yang selama ini cenderung hawkish. Perubahan ini disambut positif oleh pasar.

“Waktunya kebijakan disesuaikan. Arah kebijakan sudah jelas, dan waktu serta laju penurunan suku bunga akan bergantung pada data,” ujar Powell. Pernyataan ini ditafsirkan pasar sebagai sinyal dovish, mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Selama dua tahun terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengatasi inflasi. Hal ini menyebabkan investor enggan berinvestasi pada aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto. Namun, dengan inflasi yang turun signifikan ke 2,5 persen – mendekati target 2 persen – Powell kini merasa lebih yakin untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Keyakinan Powell bahwa inflasi dapat dikendalikan tanpa mengorbankan pasar kerja menjadi faktor kunci. Kripto sangat sensitif terhadap likuiditas global. Suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih aset aman seperti obligasi atau deposito dolar. Sebaliknya, penurunan suku bunga akan mendorong aliran dana ke aset berisiko, termasuk kripto.

Reaksi pasar kripto terhadap pidato Powell sangat cepat. Ethereum langsung melampaui rekor sebelumnya di November 2021, mencapai ATH baru. Bitcoin juga mengalami lonjakan signifikan setelah sempat stagnan. Kecepatan reaksi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap kebijakan moneter global.

Powell juga mengakui perjalanan panjang The Fed dalam menghadapi tantangan inflasi pasca-pandemi. Awalnya, ia menyebut inflasi sebagai fenomena sementara, namun kenyataannya lebih persisten. The Fed kemudian menaikkan suku bunga secara agresif, total 525 basis poin sejak 2022. Kini, dengan inflasi yang melandai dan pasar kerja yang relatif stabil, The Fed mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga.

Sejarah menunjukkan korelasi positif antara pelonggaran kebijakan The Fed dan reli harga kripto. Contohnya, setelah simposium Jackson Hole 2020, Bitcoin mengalami bull run yang signifikan.

Mengapa kripto begitu terpengaruh oleh kebijakan The Fed? Berbeda dengan saham atau obligasi, kripto tidak memiliki arus kas atau pendapatan yang jelas. Nilai kripto sangat bergantung pada sentimen pasar dan aliran dana global. Ketika likuiditas meningkat, investor mencari aset dengan potensi keuntungan tinggi, dan Bitcoin serta Ethereum menjadi pilihan utama.

Sinyal dovish Powell menjadi katalis sempurna karena menggabungkan ekspektasi penurunan suku bunga dan keyakinan bahwa ekonomi Amerika Serikat tidak akan jatuh ke dalam resesi. “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung pasar tenaga kerja yang kuat sambil terus membuat kemajuan menuju stabilitas harga,” tegas Powell.

Meskipun euforia pasar kripto tinggi, investor tetap harus waspada. Keputusan The Fed masih bergantung pada data ekonomi terbaru. Jika inflasi kembali meningkat, kebijakan moneter bisa berubah arah. “Waktu dan laju penurunan suku bunga akan bergantung pada data yang masuk,” kata Powell.

Untuk saat ini, pasar kripto menikmati sentimen positif. Bitcoin dan Ethereum tidak hanya mengalami rebound, tetapi juga mencetak rekor baru. Dengan sikap The Fed yang mulai melunak, banyak analis memperkirakan bull run kripto akan berlanjut, bahkan berpotensi memicu altseason (periode kenaikan harga altcoin). Namun, penting bagi investor untuk tetap waspada dan memantau perkembangan ekonomi global. The Fed akan kembali mengadakan rapat pada September untuk memutuskan arah kebijakan moneter selanjutnya.

Perlu diingat bahwa investasi di pasar kripto sangat berisiko. Volatilitas harga yang tinggi bisa menyebabkan kerugian besar. Sebelum berinvestasi, pastikan Anda telah melakukan riset yang cukup dan memahami risiko yang terlibat. Jangan pernah menginvestasikan uang lebih dari yang mampu Anda rugikan.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang