Menteri Kabinet Prabowo Dukung Diaspora Global Summit, Dorong Kualitas Migran Indonesia

12 Agustus 2025, 09:14 WIB

Indonesian Diaspora Network United (IDN-United) menggelar Diaspora Global Summit 2 di Jakarta, sebuah acara puncak yang bertujuan menghubungkan talenta diaspora Indonesia dengan tanah air. Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari 11 hingga 13 Agustus, diawali dengan gala dinner dan resmi dibuka pada 12 Agustus. Kehadiran sejumlah menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto pun turut menambah semarak acara ini.

Beberapa menteri penting telah dikonfirmasi hadir. Chairman IDN-United, Edward Wanandi, menyebutkan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi Yusril Ihza Mahendra sebagai salah satunya. Menteri Luar Negeri, Menteri Agama, Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Ida Fauziyah juga turut dijadwalkan hadir. Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dijadwalkan mengisi sesi tertentu dalam acara tersebut, bersama perwakilan dari Kementerian UMKM.

“So far Pak Menko Yusril, kemudian pak menlu, kemudian juga pak menag saya rasa hadir, wamen imigrasi Pak Silmy, dan juga Pak Karding (menteri pelindungan pekerja migran Indonesia). Kalau pada sesi-sesi (dalam acara) ada Pak Budi Gunadi Sadikin, Ibu Stella (Christie), ada dari OJK, dan UMKM,” jelas Edward Wanandi.

Summit ini mengangkat tema “Connecting Global Talent with Home,” menunjukkan komitmen IDN-United untuk memfasilitasi peran aktif diaspora Indonesia dalam pembangunan nasional. Acara ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para diaspora untuk berkontribusi lebih besar bagi Indonesia.

Edward Wanandi juga menekankan potensi besar yang dimiliki diaspora Indonesia di luar negeri, khususnya di bidang perawatan kesehatan (nursing) dan pekerja konstruksi. Ia memperkirakan terdapat puluhan hingga ratusan ribu lowongan pekerjaan di sektor tersebut yang dapat diisi oleh tenaga kerja migran Indonesia. Namun, ia juga mengakui adanya kendala yang perlu diatasi bersama, terutama dalam hal pelatihan dan peningkatan kemampuan bahasa.

“Itu yang saya advokasikan atau berikan pemikiran kepada departemen pendidikan, terutama dikti. Karena ini menyangkut training dari nurse dan saya minta bahasanya selalu ditingkatkan, kalau perlu tiga kali lipat,” tambahnya.

Presiden IDN-United, Harry Utomo, menambahkan bahwa Diaspora Global Summit 2 bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif dari diaspora Indonesia. Diperkirakan sekitar 2.500 diaspora dari berbagai bidang akan menghadiri acara ini.

“Saatnya membuat perubahan nyata, dari yang kecil hingga yang besar, demi masa depan Indonesia,” tegas Harry Utomo.

Para diaspora yang hadir memiliki latar belakang beragam, mencakup teknologi, energi, pendidikan, kecerdasan buatan (artificial intelligence), keimigrasian, kesehatan, UMKM, keuangan, dan manufaktur. Summit ini akan menjadi platform penting bagi mereka untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan akademisi. Harapannya, sinergi ini dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Acara ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat jaringan diaspora Indonesia dan mendorong kontribusi mereka yang lebih besar bagi kemajuan negara. IDN-United berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi partisipasi aktif diaspora Indonesia dalam pembangunan nasional. Dengan beragamnya latar belakang peserta, summit ini berpotensi menghasilkan kolaborasi yang inovatif dan berdampak luas bagi Indonesia.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang