Bye-Bye Popok! Misi Artemis II Punya Toilet Canggih, Bikin Astronaut Lebih Nyaman ke Bulan?

Image from detik.com
Source: detik.com

Manusia kembali bersiap untuk melangkah di permukaan Bulan, kali ini dengan misi Artemis II yang akan membawa astronaut mengelilingi satelit alami Bumi tersebut. Namun, ada satu pembaruan yang mungkin terdengar remeh, tapi krusial bagi kenyamanan dan martabat para penjelajah antariksa: wahana antariksa Orion kini dilengkapi dengan toilet.

Ini adalah sebuah revolusi kecil namun signifikan, terutama jika dibandingkan dengan pengalaman para pahlawan misi Apollo di masa lampau. Dari sekadar kantong dan popok, kini perjalanan menuju Bulan akan jauh lebih “beradab” berkat teknologi modern yang berfokus pada kesejahteraan astronaut.

Misi Apollo: Pionir dengan Segudang Tantangan yang Tak Terduga

Program Apollo NASA pada era 1960-an dan 1970-an adalah tonggak sejarah kemanusiaan. Ini adalah misi yang membuktikan bahwa kita bisa mencapai Bulan, namun dibalik kejayaan tersebut, ada segudang tantangan teknis dan personal yang harus dihadapi para astronaut.

Keterbatasan Fasilitas Personal di Kapsul Apollo

Desain kapsul Apollo sangatlah minimalis dan fungsional. Fokus utamanya adalah memastikan keselamatan dan efisiensi misi. Akibatnya, fasilitas penunjang kehidupan, termasuk yang sangat mendasar seperti sanitasi, menjadi sangat terbatas.

Bagaimana Astronaut Buang Air di Apollo?

  • Buang Air Kecil: Astronaut pria menggunakan kantong kondom yang disambungkan ke tabung, lalu urine dikumpulkan dalam wadah atau dibuang ke luar angkasa.
  • Buang Air Besar: Metode ini jauh lebih rumit dan tidak menyenangkan. Astronaut harus menggunakan kantong plastik yang ditempelkan pada tubuh, lalu setelah selesai, mereka harus memijat isinya agar merata dan menambahkan germisida. Kantong-kantong ini kemudian disimpan di dalam kapsul sampai kembali ke Bumi.
  • Popok: Untuk aktivitas di luar kendaraan (EVA) seperti berjalan di Bulan, astronaut mengenakan popok khusus yang disebut “Maximum Absorbency Garments” (MAGs). Ini adalah solusi darurat yang sama sekali tidak nyaman untuk durasi yang panjang.

Kurangnya privasi dan kebersihan dalam proses ini seringkali menjadi sumber ketidaknyamanan fisik, bau yang tidak sedap, dan bahkan stres psikologis bagi para astronaut.

Misi Artemis II: Era Baru Penjelajahan Bulan dengan Kenyamanan Prioritas

Program Artemis adalah visi NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan, namun dengan tujuan yang lebih ambisius: membangun kehadiran jangka panjang di sana sebagai batu loncatan menuju Mars. Misi Artemis II akan menjadi uji terbang berawak pertama dari program ini, membawa empat astronaut mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.

Dapatkan Berita Terupdate dari penadata di: