Durasi misi diperkirakan sekitar 10 hari, melibatkan perjalanan mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi, tetapi tanpa pendaratan di permukaan Bulan. Ini merupakan replika dari misi Apollo 8 yang bersejarah.
Pesawat Orion dan SLS: Duet Maut NASA
Jantung misi ini adalah kapsul awak Orion, yang dirancang untuk membawa astronot melampaui orbit Bumi rendah. Orion dilengkapi dengan European Service Module (ESM) yang menyediakan daya, propulsi, dan air.
Kapsul Orion akan diluncurkan menggunakan roket Space Launch System (SLS) milik NASA, roket paling kuat di dunia saat ini. SLS adalah penerus spiritual dari Saturn V yang digunakan dalam misi Apollo.
Kru Bersejarah Artemis II
Kru Artemis II terdiri dari empat astronot berani, tiga dari NASA dan satu dari Canadian Space Agency (CSA). Mereka adalah komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, spesialis misi Christina Koch, dan spesialis misi Jeremy Hansen dari Kanada.
Victor Glover akan menjadi orang kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan, dan Christina Koch akan menjadi wanita pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan. Jeremy Hansen adalah astronot non-Amerika pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan.
Ini adalah momen bersejarah yang mencerminkan keberagaman dan kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa. Keempatnya akan menguji coba sistem penting dan memvalidasi prosedur penerbangan.
Profil Misi: Mengelilingi Bulan Tanpa Mendarat
Setelah diluncurkan, roket SLS akan mendorong Orion ke orbit Bumi. Kemudian, mesin ESM akan melakukan serangkaian manuver untuk mengirim Orion menuju Bulan.
Orion akan melakukan perjalanan sekitar 10.400 kilometer di luar sisi jauh Bulan, lebih jauh dari yang pernah dicapai manusia. Ini akan menjadi uji coba terakhir sebelum manusia mendarat kembali.
Tujuan utama misi ini adalah untuk menguji sistem pendukung kehidupan Orion, navigasi, komunikasi, dan prosedur masuk kembali atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi yang diperlukan saat pulang dari Bulan.
Menilik Tantangan dan Harapan Besar
Meskipun persiapan matang, misi Artemis II tidak lepas dari tantangan. Keamanan awak adalah prioritas utama, mengingat kompleksitas teknologi dan lingkungan ekstrem luar angkasa.
Setiap komponen harus berfungsi sempurna, dan awak harus siap menghadapi segala kemungkinan tak terduga dalam perjalanan ribuan kilometer dari Bumi.
