Potensi kemunculan fenomena El Nino kuat pada tahun 2026 telah menarik perhatian serius dari para peneliti iklim di seluruh dunia. Lembaga riset terkemuka di Indonesia, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), bahkan secara khusus menyebut fenomena yang diprediksi ini sebagai El Nino ‘Godzilla’.
Julukan ‘Godzilla’ ini bukan tanpa alasan, menggambarkan intensitas ekstrem dan dampak luas yang berpotensi ditimbulkannya. Prediksi ini memicu kekhawatiran mendalam akan datangnya musim kemarau yang jauh lebih parah di Indonesia, membawa serta berbagai ancaman serius bagi kehidupan dan perekonomian.
Apa Itu Fenomena El Nino?
El Nino adalah fenomena iklim global yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini merupakan bagian dari siklus alami yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation (ENSO).
Pemanasan abnormal ini mengubah pola tekanan udara dan arah angin di Samudra Pasifik, berdampak pada distribusi curah hujan global. Bagi Indonesia, El Nino biasanya membawa efek berkurangnya curah hujan, sehingga memicu kekeringan di sebagian besar wilayah.
Mengapa Disebut ‘Godzilla’?
Julukan ‘Godzilla’ disematkan ketika intensitas El Nino diprediksi akan sangat kuat, bahkan melebihi rata-rata El Nino yang sudah parah sekalipun. BRIN menggunakan istilah ini untuk menekankan tingkat keparahan yang mungkin terjadi pada El Nino 2026.
“BRIN bahkan menyebut fenomena El Nino ‘Godzilla’.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa para ahli melihat adanya sinyal-sinyal yang menunjukkan potensi El Nino 2026 akan setara atau bahkan melampaui kekuatan El Nino terkuat sebelumnya, seperti pada tahun 1997-1998 dan 2015-2016.
Perbandingan dengan El Nino Historis
Dua peristiwa El Nino terkuat dalam sejarah tercatat pada 1997-1998 dan 2015-2016. Keduanya menyebabkan kekeringan parah di Indonesia, gagal panen, krisis air, dan kebakaran hutan serta lahan yang meluas.
Jika El Nino 2026 mencapai kategori ‘Godzilla’, dampaknya bisa lebih masif dan sulit dikendalikan, mengingat semakin meningkatnya kepadatan penduduk dan degradasi lingkungan di beberapa area.
Mekanisme El Nino: Siklus ENSO
Siklus ENSO melibatkan interaksi kompleks antara atmosfer dan lautan di Pasifik Ekuator. Normalnya, angin pasat bertiup dari timur ke barat, mendorong air hangat ke Pasifik barat dan menyebabkan upwelling air dingin di Pasifik timur.
