Berbagai laporan media dan investigasi independen seringkali mengungkap praktik-praktik tidak etis, penyalahgunaan dana, hingga konflik kepentingan di kalangan petinggi CAF.
Era Ahmad Ahmad dan Intervensi FIFA
Salah satu periode paling bergejolak terjadi di bawah kepemimpinan mantan Presiden CAF, Ahmad Ahmad. Ia sempat dilarang dari semua aktivitas terkait sepak bola selama lima tahun oleh FIFA pada tahun 2020 karena pelanggaran etika.
Tuduhan yang dialamatkan kepadanya meliputi penyalahgunaan dana, hadiah, dan loyalitas, serta konflik kepentingan. Skandal ini memaksa FIFA untuk melakukan intervensi langsung.
FIFA bahkan sempat menunjuk Sekretaris Jenderal mereka, Fatma Samoura, untuk menjadi Delegasi Umum di CAF selama enam bulan pada tahun 2019, dengan tujuan mengawasi reformasi administrasi dan keuangan.
Pola Berulang Dugaan Korupsi
Jauh sebelum itu, tudingan serupa telah menghantui CAF, melibatkan banyak pejabat di berbagai tingkatan. Pola ini mengindikasikan adanya masalah sistemik yang perlu diatasi secara fundamental.
Dugaan korupsi ini bukan hanya sekadar gesekan politik, melainkan telah merusak citra sepak bola Afrika di mata dunia dan menghambat potensi perkembangannya.
