Kabar mengejutkan kembali mengguncang jagat sepak bola Italia. Setelah euforia kemenangan Euro 2020 yang singkat, Tim Nasional Italia, sang jawara dunia empat kali, kini terpuruk dalam jurang kegagalan yang pahit.
Azzurri, julukan kebanggaan mereka, secara memilukan kembali gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Ini adalah kegagalan kedua berturut-turut, setelah sebelumnya absen di edisi 2018.
Situasi ini tentu memicu gelombang kemarahan dan kekecewaan publik, yang langsung tertuju pada pucuk pimpinan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina. Desakan agar ia mundur dari jabatannya pun menggema kencang.
Gravina di Persimpangan Jalan: Nasib di Tangan Dewan Federal
Menanggapi badai kritik dan desakan mundur yang tiada henti, Presiden FIGC Gabriele Gravina tidak mengambil keputusan instan. Ia memilih jalan yang mungkin mengejutkan banyak pihak, namun secara strategis cukup jitu.
Gravina secara terbuka menyatakan bahwa ia menyerahkan sepenuhnya nasib kepemimpinannya kepada Dewan Federal FIGC. Ini adalah sebuah langkah yang kompleks, menandakan bahwa ia bersedia dievaluasi oleh organ tertinggi federasi.
“Saya memilih untuk menyerahkan nasib saya ke Dewan Federal,” demikian pernyataan langsung Gravina yang dikutip dari berbagai sumber, menunjukkan kesediaannya untuk menghadapi konsekuensi dari kegagalan ini.
Keputusan ini bukanlah semata-mata bentuk pasrah, melainkan juga sebuah manuver politik. Dengan melibatkan Dewan Federal, Gravina secara tidak langsung membagikan tanggung jawab atas krisis ini, sekaligus menuntut konsensus dalam setiap perubahan.
Apa Itu Dewan Federal FIGC dan Perannya?
Dewan Federal (Consiglio Federale) adalah badan pemerintahan tertinggi dalam struktur Federasi Sepak Bola Italia. Anggotanya terdiri dari perwakilan liga profesional (Serie A, B, C), liga amatir, dan sektor teknis.
