Jalannya Pertandingan: Pertarungan Sengit di Olimpico
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, AS Roma langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Mereka mendominasi penguasaan bola, namun kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Lecce yang tampil disiplin.
Beberapa peluang emas berhasil diciptakan oleh Lorenzo Pellegrini dan Romelu Lukaku, namun selalu mampu digagalkan oleh kegemilangan kiper Lecce atau tiang gawang yang enggan bersahabat.
Babak Pertama Tanpa Gol: Frustrasi Menyelimuti
Memasuki jeda babak pertama, skor kacamata 0-0 tetap bertahan. Frustrasi mulai terasa di tribun penonton dan juga di bangku cadangan Roma. Pelatih terlihat sibuk memberikan instruksi, mencoba mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, Lecce bermain dengan tenang, sesekali melancarkan serangan balik cepat yang hampir membahayakan gawang Roma, memaksa Rui Patricio untuk bekerja keras.
Kebuntuan Terpecahkan di Detik-detik Akhir
Babak kedua tidak jauh berbeda, Roma terus menekan namun keberuntungan belum berpihak. Ketika pertandingan seolah akan berakhir imbang, sebuah momen ajaib terjadi di masa injury time.
Dari sebuah skema serangan cepat, bola liar jatuh di kaki Robinio Vaz di dalam kotak penalti. Dengan sentuhan kaki kiri yang akurat dan penuh ketenangan, Vaz melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper lawan.
Gol! Stadio Olimpico meledak dalam kegembiraan. Gol di menit ke-92 itu bukan hanya mengubah skor, tetapi juga memutus rantai kebuntuan dan membawa AS Roma meraih tiga poin berharga.
