Stadion ini adalah ‘rumah’ bagi Pendekar Cisadane, tempat mereka tumbuh dan berkembang, serta menjadi saksi bisu berbagai momen suka dan duka dalam perjalanan klub.
Dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton, Indomilk Arena menjadi pusat interaksi antara klub dan suporternya. Atmosfer yang tercipta di sana seringkali menjadi pelecut semangat bagi para pemain.
Kehadiran stadion ini juga vital untuk aspek finansial klub, mengingat pertandingan kandang adalah salah satu sumber pendapatan utama dari penjualan tiket dan merchandise.
Banten International Stadium (BIS): Rumah Sementara Pendekar Cisadane
Setelah insiden ini, manajemen Persita harus bergerak cepat. Banten International Stadium (BIS) menjadi pilihan logis sebagai markas sementara untuk kelanjutan kompetisi.
BIS adalah stadion modern yang berlokasi di Serang, Banten, dengan fasilitas yang sangat memadai dan standar internasional. Kapasitasnya yang jauh lebih besar, sekitar 30.000 penonton, menawarkan kenyamanan lebih.
Pemilihan BIS ini didasari oleh beberapa pertimbangan, termasuk jarak yang relatif dekat dari Tangerang dan juga ketersediaan fasilitas penunjang seperti ruang ganti, media center, hingga lapangan latihan.
Meskipun harus ‘minggat’, kepindahan ke BIS ini juga bisa menjadi kesempatan bagi Persita untuk menjangkau basis penggemar yang lebih luas di wilayah Banten.
Implikasi Jangka Pendek dan Panjang bagi Persita
Dampak kerusakan Indomilk Arena ini tentu terasa langsung. Jadwal pertandingan kandang Persita di Liga 1 maupun ajang lainnya kini harus disesuaikan untuk dimainkan di BIS.
