Kemudian, Kemendikbudristek menerbitkan kalender pendidikan nasional yang menjadi acuan umum. Setiap dinas pendidikan provinsi memiliki kewenangan untuk menyesuaikan kalender tersebut dengan kondisi dan kebutuhan wilayahnya, namun tetap berpegang pada koridor nasional.
Misalnya, ada provinsi yang memberikan tambahan hari libur atau meliburkan sekolah lebih awal sebelum Lebaran untuk mengakomodasi perjalanan mudik siswa dan guru. Oleh karena itu, pengecekan kalender pendidikan regional adalah langkah paling bijak.
Kalender akademik adalah panduan penting yang tidak hanya berisi jadwal libur, tetapi juga tanggal penting lainnya seperti ujian semester, penerimaan rapor, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Ini membantu semua pihak terkait—siswa, guru, dan orang tua—untuk merencanakan kegiatan sepanjang tahun ajaran.
Jadi, meskipun liburan Lebaran adalah waktu untuk bersantai dan berkumpul dengan keluarga, jangan lupakan pentingnya persiapan untuk kembali ke sekolah. Dengan perencanaan yang matang dan sikap positif, transisi ini bisa berjalan lancar dan menjadi awal yang baik untuk semester baru yang penuh semangat!
