BOALEMO, PENADATA.COM – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi kunci dalam pengembangan daerah, terutama di kawasan transmigrasi. Dalam konteks ini, Tim Ekspedisi Patriot dari IPB University melakukan penelitian dan pemetaan komoditas unggulan di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi lokal dan menggali nilai-nilai sosial budaya di tengah masyarakat.
Dipimpin oleh Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., tim ini terdiri dari Muhammad Kiflan, Ahmad Darmawan, Laila Ramadini, dan Alif Samudera. Selama berada di Paguyaman Pantai, mereka tidak hanya memetakan potensi komoditas di sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memahami dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di daerah transmigrasi tersebut.
Menemukan Komoditas Unggulan
Berdasarkan hasil observasi lapangan, tim menemukan berbagai komoditas unggulan, seperti jagung, kelapa, cabai, dan cokelat dari sektor pertanian. Di sektor perikanan, terdapat ikan tuna, cakalang, roa, cumi-cumi, kembung, kapia, dan ekor kuning.
Potensi ini menunjukkan peluang besar bagi pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan, asalkan dikelola dengan dukungan inovasi teknologi, tata kelola kelembagaan yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat.
Belajar dari Tradisi Walima
Lebih dari sekadar penelitian, kehadiran tim IPB University juga menjadi kesempatan untuk belajar lintas budaya. Salah satu momen paling berkesan adalah saat mereka menyaksikan dan mengikuti tradisi Walima, yaitu doa bersama masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam tradisi ini, masyarakat berkumpul di masjid untuk melantunkan shalawat, berdoa, dan berbagi hidangan khas sebagai bentuk rasa syukur.
Steve DJ. Ahaliki, S.STP selaku Camat Paguyaman Pantai, menyatakan pentingnya tradisi Walima menjadi salah satu wujud nyata kebersamaan dalam masyarakat Paguyaman Pantai. Walima mengandung nilai-nilai gotong royong yang sangat kental serta rasa syukur yang mendalam atas berkah yang telah diberikan.
Kami sangat bangga karena nilai-nilai luhur tersebut terus dilestarikan dan menjadi kekayaan budaya yang tak ternilai. Terlebih lagi, tim dari IPB University berkesempatan merasakan langsung kehangatan dan makna dalam tradisi ini, yang semakin menguatkan ikatan sosial antarwarga.
Walima tidak hanya sekadar perayaan, melainkan simbol persatuan dan solidaritas masyarakat. Melalui tradisi ini, semua orang terlibat aktif dalam kegiatan bersama, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.
Selain itu, Walima menjadi momen penting untuk mengekspresikan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima. Tradisi ini menjadi pengikat sosial yang memperkuat hubungan antar anggota komunitas.
“Tradisi ini mencerminkan kebersamaan masyarakat kami. Nilai-nilai gotong royong dan rasa syukur yang terkandung di dalamnya adalah kekayaan budaya yang terus kami jaga. Kami senang tim IPB University ikut merasakan langsung kehangatan tradisi ini,” ujarnya.
Pelajaran Berharga bagi Mahasiswa
Melalui keterlibatan dalam tradisi Walima, tim IPB University memperoleh pengalaman sosial yang memperkaya perspektif riset mereka. Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, kebersamaan, penghargaan terhadap hasil bumi, dan rasa syukur menjadi pelajaran penting yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi.
Koordinator Lapangan, Muhammad Kiflan, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Memberikan sebuah pelajaran yang jauh lebih dalam dari sekadar pengamatan akademis.
Pada awalnya mereka melihat dengan jelas adanya potensi ekonomi yang besar di wilayahPaguyaman Pantai, yang menandakan peluang kesejahteraan jika dikelola dengan baik. Namun, temuan yang paling berharga dan menyentuh bukanlah soal materi, melainkan tentang karakter dan kekuatan sosial masyarakatnya.
Kiflan menyoroti bahwa inti dari pembelajaran ini adalah semangat kebersamaan dan kemandirian yang hidup di tengah masyarakat Paguyaman Pantai. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga merasakan langsung bagaimana semangat gotong royong dan kemandirian menjadi pilar utama dalam kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang menjadi motor penggerak mereka dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus mengelola kekayaan alam secara bijaksana dan berkelanjutan.
“Kami melihat sendiri potensi ekonomi masyarakat Paguyaman Pantai sangat besar. Namun yang paling berharga adalah semangat kebersamaan dan kemandirian masyarakat dalam menjaga tradisi serta mengelola sumber daya alamnya. Ini menjadi pelajaran tentang arti pembangunan yang berakar pada nilai-nilai lokal,” ujarnya.
Riset yang Membangun Hubungan Sosial
Kegiatan di Paguyaman Pantai menunjukkan bahwa riset lapangan tidak hanya menghasilkan data, tetapi juga membangun hubungan sosial dan pemahaman lintas budaya. Melalui pendekatan partisipatif dan sinergi lintas sektor, tim IPB University dan pemerintah daerah berupaya menghadirkan inovasi yang berakar pada realitas sosial masyarakat setempat.







