Skandal Naturalisasi Malaysia: FIFA Jatuhkan Sanksi Namun Rekam Jejak Bersih

7 Oktober 2025, 19:24 WIB

Sumber: net.id

Jakarta – FIFA baru saja mengumumkan sanksi terhadap Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) akibat skandal naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain. Meskipun Malaysia dikenal memiliki rekam jejak bersih di dunia sepakbola, tindakan ini tidak bisa ditolerir. Keputusan FIFA ini menjadi sorotan tajam bagi dunia sepakbola Asia Tenggara.

Pada Senin malam, 6 Oktober 2025, FIFA merilis hasil penyelidikan terkait kasus naturalisasi yang dinyatakan palsu. Tujuh pemain naturalisasi yang terlibat, yaitu Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, ternyata tidak memiliki garis keturunan Malaysia seperti yang diklaim.

Penyelidikan FIFA Terhadap Kasus Naturalisasi

FIFA menjelaskan bahwa FAM mengklaim bahwa kakek atau nenek dari ketujuh pemain tersebut lahir di Malaysia. Namun, hasil penyelidikan menunjukkan sebaliknya. FIFA melakukan pemeriksaan di kantor catatan sipil di Spanyol, Argentina, dan Brasil. Setelah melakukan verifikasi dengan otoritas resmi, FIFA menemukan bahwa tidak ada bukti yang menghubungkan leluhur para pemain dengan Malaysia.

Sanksi yang Diberikan FIFA

Pada 26 September lalu, FIFA telah memberikan sanksi kepada FAM dengan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc, yang setara dengan Rp 7,3 miliar. Selain itu, masing-masing pemain dikenai denda 2.000 Swiss Franc atau sekitar Rp 41 juta. Ketujuh pemain tersebut juga dikenakan larangan beraktivitas di dunia sepakbola selama satu tahun.

Langkah Selanjutnya untuk FAM

FAM diberi waktu tiga hari untuk mengajukan banding ke Komite Banding FIFA, dan lima hari tambahan untuk menyerahkan berkas lengkap. FAM juga tengah mempertimbangkan langkah hukum ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk memperjuangkan haknya.

Dalam laporan FIFA, meskipun Malaysia memiliki rekam jejak yang bersih, pelanggaran ini dianggap sangat serius. FIFA menegaskan bahwa penggunaan dokumen palsu dalam proses resmi merupakan tindakan yang merusak integritas sepakbola internasional.

“Penggunaan dokumen palsu untuk mendapatkan kelayakan bermain di tim nasional adalah bentuk kecurangan yang tidak dapat diterima,” tulis FIFA dalam pernyataannya. Dengan demikian, perhatian kini tertuju pada langkah apa yang akan diambil oleh FAM ke depan. Apakah mereka akan berhasil membela diri atau menerima konsekuensinya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang