Kemendag Dorong Game Lokal Go Internasional: Ekspansi Pasar Global Terbuka Lebar

23 Agustus 2025, 22:37 WIB

Indonesia sukses memfasilitasi 150 pertemuan bisnis di Gamescom 2025, ajang pameran game terbesar di dunia yang berlangsung di Cologne, Jerman pada 20-22 Agustus 2025. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh 10 pelaku industri game dalam negeri untuk menjalin kerjasama dengan buyer, pengembang, dan penerbit game internasional. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan RI.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan tujuan utama dari keikutsertaan Indonesia dalam Gamescom 2025. “Pertemuan bisnis ini bertujuan untuk memperbesar peluang kolaborasi, memperluas jejaring bisnis, serta memperbesar potensi kerja sama bisnis pelaku industri gim Indonesia di pasar global,” ujarnya dari Jakarta. Pemerintah Indonesia sangat mendukung ekspansi industri game ke pasar global, dan Gamescom menjadi salah satu strategi kunci.

Kemendag menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari partisipasi dalam pameran internasional. Temu bisnis di Gamescom 2025 dirancang untuk memfasilitasi hal tersebut. “Kemendag berkomitmen, partisipasi dalam pameran internasional perlu diikuti tindak lanjut berupa peluang kerja sama yang konkret. Temu bisnis dalam Gamescom 2025 menjadi upaya memastikan tindak lanjut ini,” tegas Puntodewi. Aplikasi MeetToMatch digunakan untuk memfasilitasi pertemuan bisnis yang terjadwal.

Melalui sesi terjadwal di MeetToMatch, para pelaku industri game Indonesia mempresentasikan produk mereka dan berdiskusi dengan potensial mitra. Hal ini memungkinkan terjadinya negosiasi kerjasama bisnis yang lebih efektif dan terarah. Kesempatan bertemu langsung juga dinilai membuka peluang komersial jangka panjang.

Beberapa kesepakatan awal tengah dijajaki, termasuk kerja sama penerbitan game dengan perusahaan Amerika Serikat. Ada juga peluang distribusi dengan mitra di Korea Selatan dan Belanda, serta potensi investasi dari Prancis. Hal ini menunjukkan potensi besar industri game Indonesia di mata dunia.

Para pelaku industri game Indonesia memberikan apresiasi positif terhadap kesempatan yang diberikan. Vincentius Hening, Business Development Director Agate, menyatakan bahwa Gamescom 2025 memberikan wawasan berharga dan peluang kerjasama dengan pelaku industri dari berbagai negara.

“Selain bertemu calon buyer dan mitra, kami melihat industri gim global mulai pulih (dari krisis). Ada beberapa kesempatan yang bisa digarap bersama. Ada beberapa penerbit, seperti dari Tiongkok, Inggris, hingga Amerika Serikat, yang menyatakan ketertarikan dengan produk dan jasa kami. Ajang ini memberi kami kesempatan tindak lanjut pascapameran,” ungkap Vincent.

Hermanto, pendiri SLAB Games, menekankan pentingnya interaksi tatap muka. “Interaksi dan mengobrol langsung, melihat ekspresi mereka ketika memainkan gim kami. Kita bisa tersambung dengan orang-orang dari industri gim negara lain. Hal-hal ini jadi pengalaman berharga,” tuturnya. Selain Agate dan SLAB Games, peserta lainnya termasuk Separuh Interactive, Digital Happiness, Busy Beaver Studio, Gambir Studio, Lapakgaming, Kumagema, Rizero Studios, dan GU-Studio.

Kepala ITPC Hamburg, Faried Wirawan Rachman, mengatakan Gamescom Jerman sebagai pusat pertemuan pelaku industri game dunia dan menawarkan peluang yang sangat luas. “Gamescom Jerman adalah entry point dan akses pasar global. Indonesia dapat ambil bagian lebih besar dalam rantai pasok global industri ini,” jelas Faried.

Data dari Euromonitor International menunjukkan pertumbuhan ekspor jasa game developer, animation, and digital contents services Indonesia. Ekspor mencapai USD 1,33 miliar pada 2024, meningkat 8,54 persen dalam periode 2018-2024. Angka ini menunjukkan potensi besar dan pertumbuhan pesat industri game Indonesia di pasar global. Keberhasilan di Gamescom 2025 menandai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam industri game internasional.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang