Kemenhub Imbau Kewaspadaan Maksimal di Perlintasan Rel Kereta Api

22 Agustus 2025, 08:33 WIB

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Allan Tandiono, menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Hal ini disampaikan menyusul tingginya angka kecelakaan di berbagai perlintasan sebidang di Indonesia. Kemenhub terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mendahulukan kereta api.

“Terkait perlintasan sebidang, secara prinsip Kemenhub terus menghimbau kepada pengguna jalan khususnya yang melintas di perlintasan sebidang. Untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kedisiplinan serta wajib mendahului perjalanan kereta api,” ungkap Allan dalam keterangan pers di kantornya, Kamis (21/8). Pernyataan ini menyoroti pentingnya kesadaran dan disiplin pengguna jalan sebagai upaya pencegahan kecelakaan.

Upaya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang juga dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Salah satu fokus utama adalah mengubah perlintasan sebidang menjadi tidak sebidang, misalnya dengan membangun flyover atau underpass. Penutupan perlintasan sebidang hanya diizinkan jika sudah tersedia jalur alternatif yang aman dan dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang memadai.

“Menutup perlintasan sebidang, jika sudah tersedia jalan alternatif dengan cara memasang peralatan keselamatan perlintasan sebidang, dan disertai dengan perlengkapan jalan serta pemenuhan SDM,” jelas Allan. Pernyataan ini menekankan perlunya solusi terpadu dan bukan hanya sekadar penutupan semata.

Kemenhub menyadari bahwa keberhasilan upaya ini memerlukan kolaborasi seluruh pihak. Sosialisasi, pembinaan, dan pengawasan secara konsisten sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat. Partisipasi aktif pemerintah daerah dalam hal ini menjadi kunci keberhasilan program.

“Jadi, secara garis besarnya, prinsipnya seperti itu. Dan untuk memastikan ketertiban, dan disiplin masyarakat memang kita butuh bantuan dari semua para kepentingan terutama pemda untuk melakukan sosialisasi pembinaan maupun pengawasan yang tetap sehari-hari,” tambahnya. Kerjasama ini merupakan strategi kunci dalam mengurangi angka kecelakaan di perlintasan sebidang.

Data hingga Maret 2025 menunjukkan PT KAI telah menutup 74 perlintasan sebidang, termasuk 50 perlintasan liar. Namun, masih terdapat 3.693 perlintasan sebidang yang aktif, sekitar 1.810 di antaranya tidak dijaga. Angka ini menunjukkan tantangan besar dalam meningkatkan keamanan perlintasan sebidang.

Lebih lanjut, data dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mencatat total 3.896 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.803 resmi dan 1.093 liar. Sekitar 81 persen kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak dijaga. Kondisi ini menggarisbawahi urgensi peningkatan keamanan di perlintasan sebidang yang tak terjaga.

Selama lima tahun terakhir (2020-2024), tercatat 1.499 kecelakaan di perlintasan sebidang. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 450 kematian, 318 luka berat, dan 458 luka ringan. Angka ini merupakan gambaran nyata dari bahaya yang mengintai di perlintasan sebidang yang kurang aman. Pemerintah perlu meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan di perlintasan sebidang secara signifikan.

Selain membangun flyover dan underpass, langkah-langkah lain yang bisa ditempuh termasuk peningkatan kesadaran masyarakat melalui kampanye publik yang masif, penambahan rambu-rambu lalu lintas yang jelas dan mudah dipahami, serta pemasangan palang pintu otomatis dan sirine di setiap perlintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga. Peningkatan pengawasan dan penegakan hukum juga perlu ditingkatkan untuk memberikan efek jera bagi pengguna jalan yang melanggar peraturan. Investasi dalam teknologi, seperti sistem peringatan dini berbasis teknologi, juga bisa dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan. Perbaikan infrastruktur jalan di sekitar perlintasan sebidang juga krusial untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan visibilitas.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang