Kota Gorontalo – Debat terbuka perdana pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo 2024 berlangsung hangat. Paslon nomor 3, Adhan Dambea-Indra Gobel, menantang Paslon nomor 4, Ryan Kono dan Charles Budi Doku, terkait program “4 kartu” yang diusungnya, yaitu kartu janda, anak yatim piatu, anak muda, dan lansia, Rabu (23/10/2024).
Charles Budi Doku dengan yakin menjelaskan bahwa program tersebut menggantikan kartu sejahtera. Menurutnya, cukup dengan menggunakan KTP, masyarakat Gorontalo akan menikmati sembilan layanan gratis, mulai dari kelahiran hingga kematian. Program ini mencerminkan penghormatan terhadap kelompok rentan, seperti janda dan anak yatim piatu.
“Kembali kami mengganti (kartu sejahtera) dengan 4 kartu ini, karena di Islam sangat memuliakan anak yatim dan perempuan kepala rumah tangga atau janda, makanya kami membuat program untuk kartu janda dan kartu anak yatim piatu,” ujar Charles Budi Doku dalam sesi debat.
Lebih lanjut, Charles juga menyoroti kesejahteraan lansia yang dijamin oleh undang-undang nomor 13 tahun 1998.
“Kami akan memperhatikan kebutuhan lansia, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Kami juga memahami bahwa kemiskinan di Gorontalo terbagi menjadi tiga kategori: hampir miskin, miskin, dan miskin ekstrem. Alhamdulillah, miskin ekstrem di Gorontalo sudah berhasil diberantas,” tambahnya.
Namun, Paslon Adhan Dambea-Indra Gobel mempertanyakan kembali terkait sumber anggaran untuk mewujudkan program dari pasanagn Ryan Kono dan Charles Budi Doku tersebut. “Anggarannya dari mana?” tanya Adhan.
Menanggapi hal tersebut, Ryan Kono selaku calon Walikota dari paslon nomor urut 4 itu menjelaskan bahwa program 4 kartu tersebut akan didanai melalui kolaborasi anggaran dari berbagai level pemerintahan.
“Kami akan mensinergikan anggaran dari APBD Provinsi, APBD Kota, dan APBN. Di sektor kesehatan misalnya, ada penerima bantuan iuran dari pusat, Provinsi memiliki Jamkesta Provinsi, dan Kota juga memiliki Jamkesta. Jadi, intinya adalah kolaborasi untuk memastikan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” tegas Ryan Kono.
Debat ini menjadi sorotan publik karena program kesejahteraan menjadi salah satu topik krusial dalam Pilwako Kota Gorontalo 2024, terutama dalam memperjuangkan hak kelompok rentan dan memastikan keberlanjutan program pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan.







