Terungkap! Hacker Korut Serang Jurnalis Top via Software Rahasia, Google Beberkan Taktik Mengerikan!

2 April 2026, 20:08 WIB

Image from inet.detik.com
Source: inet.detik.com

Dunia maya kembali digegerkan dengan laporan terbaru dari Google. Raksasa teknologi tersebut menuding kelompok hacker yang didukung oleh pemerintah Korea Utara (Korut) telah melancarkan serangan siber canggih. Target mereka adalah organisasi terkemuka, termasuk media ternama seperti Axios, dengan memanfaatkan kerentanan pada perangkat lunak yang berjalan di balik layar.

Insiden ini bukan yang pertama kali, namun menyoroti eskalasi yang terus berkembang dari Korut. Kelompok intelijen Google, Threat Analysis Group (TAG), berperan aktif dalam mengungkap dan memerangi kampanye berbahaya yang menargetkan berbagai sektor krusial.

Mengapa Korea Utara Melakukan Serangan Siber?

Serangan siber yang dilancarkan oleh Korut bukanlah tindakan acak. Mereka merupakan bagian integral dari strategi yang lebih besar untuk mencapai tujuan ekonomi, politik, dan militer negara tersebut.

Tujuan Ekonomi dan Politik

Dibawah sanksi internasional yang ketat, Korut secara konsisten menggunakan serangan siber sebagai cara untuk mengumpulkan dana. Ini seringkali dilakukan melalui pencurian kripto mata uang atau peretasan bank, yang kemudian digunakan untuk mendanai program pengembangan senjata pemusnah massal (WMD) mereka.

Selain itu, serangan siber juga menjadi alat ampuh untuk spionase politik. Mereka berupaya mencuri rahasia negara, informasi sensitif, dan data intelijen dari target-target di seluruh dunia.

Intelijen dan Disinformasi

Akses ke informasi internal dari organisasi media atau lembaga penelitian memberi Korut keuntungan strategis. Informasi yang dicuri bisa digunakan untuk kepentingan intelijen atau bahkan disebarkan sebagai disinformasi untuk memanipulasi opini publik global.

Menargetkan jurnalis dan media juga memungkinkan mereka untuk memahami bagaimana narasi berita dibentuk. Ini bisa memberi Korut kemampuan untuk menanamkan atau memengaruhi narasi tertentu.

Modus Operandi Canggih Hacker Korut

Kelompok hacker Korut dikenal dengan tingkat kecanggihan dan adaptabilitas mereka. Mereka terus mengembangkan metode serangan yang sulit dideteksi, membuat korban rentan terhadap eksploitasi.

Eksploitasi Zero-Day dan Rantai Pasok

Salah satu taktik paling berbahaya adalah penggunaan kerentanan zero-day. Ini adalah celah keamanan pada perangkat lunak yang belum diketahui oleh pengembangnya, sehingga tidak ada tambalan atau perbaikan yang tersedia.

melaporkan bahwa kelompok peretas Korut, seperti APT37 (dikenal juga sebagai Reaper), telah memanfaatkan kerentanan zero-day pada peramban Chrome (CVE-2022-0609) untuk menargetkan berbagai individu dan organisasi, termasuk jurnalis. Serangan ini dilakukan dengan sangat terarah.

Selain itu, serangan rantai pasok (supply chain attack) juga menjadi metode favorit. Mereka menyusup ke perangkat lunak atau layanan pihak ketiga yang digunakan oleh target, memungkinkan mereka mendapatkan akses tidak langsung ke sistem akhir.

Phishing Bertarget dan Rekayasa Sosial

Teknik rekayasa sosial, khususnya phishing bertarget (spear phishing), tetap menjadi vektor serangan yang sangat efektif. Para penyerang akan membuat email atau pesan yang sangat meyakinkan, seringkali menyamar sebagai kolega, atasan, atau sumber berita terpercaya.

Tujuannya adalah untuk memancing korban agar mengklik tautan berbahaya, membuka lampiran terinfeksi, atau mengungkapkan kredensial sensitif. Dalam kasus penargetan media, ini bisa berupa undangan untuk wawancara palsu atau dokumen ‘eksklusif’ yang sebenarnya berisi malware.

Studi Kasus: Target Media dan Peran Google TAG

Laporan Google secara spesifik menyoroti Axios sebagai salah satu target dari kampanye siber Korut ini. Meskipun rincian tentang “software yang berjalan di balik layar” tidak dijelaskan secara gamblang dalam laporan awal, umumnya ini mengacu pada kerentanan di aplikasi atau sistem yang sering digunakan.

Bisa jadi ini adalah kerentanan pada sistem manajemen konten, alat kolaborasi, atau bahkan kerentanan pada sistem operasi dan peramban web yang digunakan secara luas oleh karyawan Axios. Pemanfaatan zero-day Chrome oleh APT37 mengindikasikan bahwa peramban adalah salah satu jalur masuk utama.

memiliki misi penting untuk melacak dan mengganggu kelompok peretas yang didukung pemerintah. Mereka secara proaktif memantau ancaman, menganalisis taktik musuh, dan membagikan intelijen keamanan dengan komunitas luas untuk meningkatkan pertahanan siber kolektif.

Dampak Serangan Siber Korea Utara

Konsekuensi dari serangan siber yang dilancarkan oleh Korut jauh melampaui kerugian finansial semata. Dampaknya dapat merugikan individu, organisasi, bahkan keamanan nasional.

Kerugian Finansial dan Reputasi

Untuk organisasi yang menjadi korban, dampaknya bisa berupa kerugian finansial yang signifikan akibat pencurian data, biaya pemulihan sistem, dan denda regulasi. Lebih jauh lagi, insiden peretasan dapat merusak reputasi dan kepercayaan publik secara fundamental.

Media seperti Axios sangat bergantung pada kepercayaan. Sebuah pelanggaran data dapat menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan sumber, integritas informasi, dan kredibilitas secara keseluruhan.

Ancaman Keamanan Nasional

Jika peretas berhasil mencuri informasi sensitif dari pemerintah atau lembaga penelitian, hal itu dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional. Informasi tersebut bisa digunakan untuk spionase, sabotase, atau bahkan memberikan keuntungan strategis dalam konflik geopolitik.

Targeting jurnalis yang meliput isu-isu sensitif juga bisa menjadi upaya untuk membungkam pelaporan atau mendapatkan informasi tentang penyelidikan rahasia.

Strategi Mitigasi dan Pertahanan

Mengingat sifat yang terus berevolusi, penting bagi individu dan organisasi untuk menerapkan strategi pertahanan yang kokoh. Ini membutuhkan pendekatan multi-lapisan dan kewaspadaan berkelanjutan.

Peran Individu dan Organisasi

Setiap orang memiliki peran dalam menjaga . Langkah-langkah dasar namun krusial perlu diterapkan:

  • Selalu Perbarui Perangkat Lunak: Pastikan sistem operasi, peramban, dan semua aplikasi selalu diperbarui ke versi terbaru untuk menambal kerentanan yang diketahui.
  • Gunakan Otentikasi Multi-Faktor (MFA): Aktifkan MFA untuk semua akun penting. Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra selain kata sandi.
  • Kata Sandi Kuat dan Unik: Gunakan kata sandi yang panjang, kompleks, dan unik untuk setiap layanan. Manfaatkan pengelola kata sandi.
  • Edukasi dan Pelatihan : Latih karyawan secara berkala tentang ancaman phishing, rekayasa sosial, dan praktik terbaik.
  • Backup Data Secara Teratur: Lakukan pencadangan data penting secara rutin dan simpan di lokasi yang aman dan terpisah.
  • Waspada Terhadap Tautan dan Lampiran Asing: Selalu curiga terhadap email atau pesan yang tidak terduga, terutama jika meminta informasi sensitif atau mengandung tautan/lampiran.

Kolaborasi Global

Pertarungan melawan kelompok hacker yang disponsori negara memerlukan upaya kolektif. Kolaborasi antar pemerintah, lembaga intelijen, perusahaan teknologi, dan organisasi keamanan siber sangat penting untuk berbagi informasi ancaman, mengembangkan alat pertahanan, dan menindak pelaku kejahatan siber.

Intelijen ancaman yang dibagikan oleh adalah contoh bagaimana perusahaan teknologi dapat berkontribusi dalam membangun pertahanan siber yang lebih kuat bagi semua.

Serangan siber dari Korea Utara adalah ancaman nyata dan terus-menerus yang menuntut kewaspadaan tingkat tinggi. Dengan memahami taktik mereka, menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat, dan Foster kolaborasi global, kita dapat secara efektif mengurangi risiko dan melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang ini.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang