Terungkap! Mengapa Arsenal Raja Piala FA ‘Mandul’ Sejak 2020? Ini Penjelasannya!

6 April 2026, 03:07 WIB

Image from sport.detik.com
Source: sport.detik.com

, sebuah nama yang tak terpisahkan dari sejarah gemilang , masih kokoh memegang rekor sebagai klub tersukses di ajang tertua di dunia tersebut.

Dengan koleksi 14 trofi FA Cup, telah mengukir dominasi yang sulit ditandingi. Namun, ada paradoks menarik yang menyelimuti raksasa London Utara ini.

Sejak mengangkat trofi ke-14 pada tahun 2020, lemari piala mereka di Emirates Stadium belum lagi bertambah. Sebuah fakta yang memicu pertanyaan besar bagi para penggemar dan pengamat sepak bola.

Mengapa Piala FA Begitu Spesial Bagi Arsenal?

Bagi , bukan sekadar kompetisi tambahan. Ini adalah DNA klub, sebuah ajang yang kerap menjadi penyelamat musim, kebanggaan, dan bahkan fondasi kebangkitan.

Sejak era Herbert Chapman hingga dominasi Arsène Wenger, telah menjadi saksi bisu berbagai momen penting dalam sejarah klub.

Sejarah Panjang dan Memukau

Sejak gelar pertama pada tahun 1930, telah menunjukkan konsistensi luar biasa di Piala FA. Mereka menjadi tim pertama yang meraih 10 gelar, dan kemudian memecahkan rekornya sendiri.

Arsène Wenger, misalnya, adalah manajer tersukses dalam sejarah kompetisi ini, membawa pulang 7 trofi FA Cup bersama Arsenal.

Lambang Kebangkitan dan Kebanggaan

Di masa-masa sulit, ketika gelar Liga Primer atau Liga Champions terasa jauh, Piala FA seringkali menjadi oasis yang menyegarkan dahaga gelar.

Trofi ini memberikan kebanggaan instan, mengangkat moral tim, dan menyatukan kembali para pendukung, seperti yang terjadi di awal era kepelatihan .

Momen Puncak 2020: Gelar Ke-14 yang Membahagiakan

Pada tanggal 1 Agustus 2020, Arsenal kembali naik ke puncak takhta Piala FA. Di bawah kepemimpinan manajer baru, , berhasil menaklukkan rival sekota, Chelsea, di final.

Momen tersebut sangat krusial, bukan hanya karena menambahkan satu trofi lagi ke koleksi klub, tetapi juga karena itu adalah gelar pertama bagi Arteta sebagai pelatih kepala.

Itu adalah janji awal akan era baru, harapan akan masa depan cerah, dan penegasan bahwa ‘Raja Piala FA’ masih memiliki taring.

Setelah 2020: Mengapa Gelar Berhenti Mengalir?

Setelah euforia di Wembley pada 2020, banyak yang berharap Arsenal akan segera menambah koleksi trofi mereka.

Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun gelar mayor yang berhasil mereka raih. Ada beberapa faktor yang mungkin menjelaskan paceklik ini.

Fokus pada Liga Primer dan Liga Champions

Dalam beberapa musim terakhir, terlihat jelas bahwa Arsenal, di bawah Arteta, mulai mengalihkan fokus dan sumber daya mereka ke kompetisi yang lebih besar: Liga Primer Inggris dan Liga Champions.

Ambisi untuk kembali bersaing di puncak liga domestik dan Eropa mungkin membuat Piala FA, meski tetap penting, bukan lagi menjadi prioritas mutlak yang ‘harus’ dimenangkan.

Persaingan yang Semakin Ketat

Lanskap sepak bola Inggris saat ini jauh lebih kompetitif dibandingkan dekade sebelumnya. Klub-klub seperti Manchester City, Liverpool, Manchester United, dan bahkan Chelsea, berinvestasi besar-besaran.

Ini menciptakan lingkungan di mana memenangkan satu trofi pun, apalagi liga atau Eropa, menjadi tugas yang sangat berat.

Pembangunan Kembali Skuad

Sejak Arteta mengambil alih, Arsenal telah menjalani proses pembangunan kembali skuad yang ekstensif. Banyak pemain senior dilepas, digantikan oleh talenta muda dengan potensi besar.

Proses ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan seringkali mengorbankan kesuksesan instan dalam bentuk trofi. Klub berinvestasi pada masa depan, dengan harapan panen gelar akan datang kemudian.

Ambisi Arsenal Saat Ini: Lebih Dari Sekadar Piala FA?

Dua musim terakhir menunjukkan bahwa Arsenal telah kembali menjadi penantang serius di Liga Primer, bahkan nyaris meraih gelar juara. Mereka juga berhasil kembali ke panggung Liga Champions.

Ini mengindikasikan bahwa tujuan utama klub kini telah bergeser. Sementara Piala FA tetap dihormati, hasrat untuk meraih gelar liga atau bahkan Liga Champions jauh lebih besar.

Tentu, memenangkan FA Cup akan selalu menjadi bonus manis, tetapi itu bukan lagi satu-satunya tolok ukur kesuksesan di mata manajemen dan para penggemar.

Mengurai Narasi “Mandek”: Apakah Adil?

Narasi tentang Arsenal yang ‘mandek’ gelar sejak 2020 memang secara faktual benar. Klub belum mengangkat trofi mayor lagi dalam kurun waktu tersebut.

Namun, apakah label ‘mandul’ itu sepenuhnya adil mengingat transformasi besar yang telah terjadi di klub?

Banyak pengamat dan penggemar berpendapat bahwa kemajuan yang dicapai di bawah —dari klub papan tengah menjadi penantang gelar liga dan peserta Liga Champions—adalah bukti perkembangan signifikan.

Mungkin, jeda tanpa gelar ini adalah ‘harga’ yang harus dibayar untuk membangun fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan demi kesuksesan yang lebih besar di masa depan.

Arsenal mungkin belum menambah koleksi trofi Piala FA mereka sejak 2020, namun semangat juang dan ambisi untuk meraih kejayaan yang lebih tinggi tetap membara. Raja Piala FA itu sedang mempersiapkan diri untuk kembali merebut mahkota-mahkota lain yang lebih gemerlap.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang