Arsenal, sebuah nama yang tak terpisahkan dari sejarah gemilang Piala FA, masih kokoh memegang rekor sebagai klub tersukses di ajang tertua di dunia tersebut.
Dengan koleksi 14 trofi FA Cup, The Gunners telah mengukir dominasi yang sulit ditandingi. Namun, ada paradoks menarik yang menyelimuti raksasa London Utara ini.
Sejak mengangkat trofi ke-14 pada tahun 2020, lemari piala mereka di Emirates Stadium belum lagi bertambah. Sebuah fakta yang memicu pertanyaan besar bagi para penggemar dan pengamat sepak bola.
Mengapa Piala FA Begitu Spesial Bagi Arsenal?
Bagi Arsenal, Piala FA bukan sekadar kompetisi tambahan. Ini adalah DNA klub, sebuah ajang yang kerap menjadi penyelamat musim, kebanggaan, dan bahkan fondasi kebangkitan.
Sejak era Herbert Chapman hingga dominasi Arsène Wenger, Piala FA telah menjadi saksi bisu berbagai momen penting dalam sejarah klub.
Sejarah Panjang dan Memukau
Sejak gelar pertama pada tahun 1930, Arsenal telah menunjukkan konsistensi luar biasa di Piala FA. Mereka menjadi tim pertama yang meraih 10 gelar, dan kemudian memecahkan rekornya sendiri.
Arsène Wenger, misalnya, adalah manajer tersukses dalam sejarah kompetisi ini, membawa pulang 7 trofi FA Cup bersama Arsenal.
Lambang Kebangkitan dan Kebanggaan
Di masa-masa sulit, ketika gelar Liga Primer atau Liga Champions terasa jauh, Piala FA seringkali menjadi oasis yang menyegarkan dahaga gelar.
Trofi ini memberikan kebanggaan instan, mengangkat moral tim, dan menyatukan kembali para pendukung, seperti yang terjadi di awal era kepelatihan Mikel Arteta.
Momen Puncak 2020: Gelar Ke-14 yang Membahagiakan
Pada tanggal 1 Agustus 2020, Arsenal kembali naik ke puncak takhta Piala FA. Di bawah kepemimpinan manajer baru, Mikel Arteta, The Gunners berhasil menaklukkan rival sekota, Chelsea, di final.
