Leg pertama di Emirates Stadium berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk PSG, berkat gol telat dari Kylian Mbappé. Di Parc des Princes, PSG menunjukkan kelasnya dengan mengakhiri perlawanan Arsenal secara meyakinkan 3-0, memastikan agregat 5-1.
Kunci Kemenangan Melawan Arsenal
- Penguasaan Lini Tengah: Verratti dan Gavi (fiktif, jika ada transfer) mendominasi pertarungan di tengah, memutus suplai bola ke penyerang Arsenal.
- Transisi Cepat: Serangan balik PSG sangat mematikan, memanfaatkan kecepatan sayap dan ujung tombak mereka.
- Pertahanan Kokoh: Marquinhos dan bek lainnya berhasil meredam pergerakan penyerang lincah Arsenal.
Perempat Final Dramatis: Mengalahkan ‘The Blues’
Langkah PSG berlanjut ke perempat final, di mana mereka harus menghadapi Chelsea, lawan yang memiliki sejarah panjang dan rivalitas tersendiri di kompetisi Eropa. Pertandingan ini berlangsung jauh lebih ketat dan penuh drama.
Di Stamford Bridge, Chelsea berhasil menahan imbang PSG 1-1, berkat gol penyeimbang di menit-menit akhir. Namun, di kandang sendiri, PSG menunjukkan mental baja. Mereka berhasil mencetak dua gol cepat di babak pertama, sebelum Chelsea memperkecil kedudukan.
Pertandingan berakhir 2-1 untuk PSG, membuat agregat 3-2 yang membawa mereka melaju ke semifinal. Kemenangan ini adalah bukti nyata dari kedalaman skuad dan kemampuan adaptasi taktik pelatih.
Momen Krusial Kontra Chelsea
- Gol Tandang Penting: Gol Mbappé di Stamford Bridge sangat krusial sebagai modal di leg kedua.
- Tekanan Tinggi di Parc des Princes: PSG tidak membiarkan Chelsea mengembangkan permainan mereka, memaksa banyak kesalahan.
- Ketajaman Penyerang: Gol-gol kunci dari penyerang PSG memastikan kemenangan tipis yang krusial.
Semi Final Epik: Menyingkirkan ‘The Reds’
Puncak tantangan bagi PSG datang di semifinal, menghadapi raksasa Merseyside, Liverpool. Pertarungan antara dua gaya bermain menyerang ini menjadi tontonan yang sangat dinantikan.
