10 Nyawa Melayang: Tragedi Demonstrasi, Bukti Kekerasan Aparat?

2 September 2025, 21:49 WIB

Gelombang Demo Tewaskan 10 Orang, Komnas HAM Temukan Indikasi Kekerasan Aparat

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan keprihatinan mendalam atas demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia yang mengakibatkan korban jiwa. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengungkapkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Komnas HAM tengah menyelidiki dugaan adanya kekerasan dan penyiksaan yang dilakukan aparat terhadap para demonstran.

Dugaan kuat penyebab kematian beberapa korban adalah kekerasan aparat. Komnas HAM mendalami dugaan penyiksaan yang dialami demonstran sebelum meninggal. Kasus Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang tewas usai terlindas rantis Brimob, menjadi salah satu pemicu kemarahan publik. Pihak Komnas HAM menegaskan akan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Beberapa di antaranya diduga kuat karena mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh aparat, ini masih kami selidiki dan penyebab-penyebab yang lainnya,” jelas Anis Hidayah di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (2/9).

Selain korban meninggal, Komnas HAM juga mencatat banyaknya penangkapan sewenang-wenang terhadap peserta aksi. Data mengenai jumlah korban luka-luka juga tengah dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Komnas HAM juga menyoroti kerusakan fasilitas umum akibat kerusuhan dan penangkapan terhadap aktivis HAM.

“Kemudian yang mengalami penangkapan sewenang-wenang, juga cukup banyak angkanya, sedang dikonsolidasikan di Komnas HAM, yang mengalami luka-luka juga cukup besar datanya di berbagai wilayah di seluruh Indonesia,” tambah Anis.

Kerusuhan tidak hanya mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga kerusakan fasilitas umum dan penjarahan. Komnas HAM juga mengutuk keras penangkapan terhadap aktivis HAM, termasuk Direktur Lokataru yang ditangkap pada malam sebelumnya.

“Perusakan fasilitas publik, penjarahan, persekusi dan juga yang terakhir kami menyesalkan kepolisian juga melakukan penangkapan terhadap aktivis asasi manusia, Direktur Lokataru tadi malam,” ujar Anis.

Komnas HAM mendesak agar situasi ini segera ditangani untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mencegah terjadinya pelanggaran HAM yang lebih besar. Anis Hidayah menekankan pentingnya penyelidikan yang transparan dan akuntabel atas semua dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama demonstrasi.

“Perkembangan ini tentu saja mengkhawatirkan dalam konteks yang nantinya dapat menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Anis.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang